Poin Penting
- IHSG naik 0,41% ke level 7.101,22 pada penutupan 29 April 2026.
- Sebanyak 379 saham menguat, 282 melemah, dan 154 stagnan.
- APLN, BDMN, dan MBSS menjadi top gainers di perdagangan hari ini.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 29 April 2026 ditutup ke posisi 7.101,22 atau masih mampu menguat sebanyak 0,41 persen dari level 7.072,39.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 282 saham terkoreksi, 379 saham menguat, dan 154 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 42,96 miliar saham diperdagangkan dengan 2,45 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp17,22 triliun.
Tidak hanya itu, mayoritas indeks dalam negeri juga bergerak naik, dengan LQ45 menguat 0,27 persen ke 684,14, IDX30 meningkat 0,29 persen jadi 379,58, dan Sri-Kehati naik 0,02 persen ke 332,00. Sedangkan, JII merosot 0,15 persen menjadi 470,94.
Baca juga: IHSG Ditutup Hijau di Sesi I ke Level 7.080, Mayoritas Sektor Menguat
Penguatan juga terjadi di sebagian besar sektor. Sektor industrial memimpin dengan kenaikan 2,41 persen, diikuti infrastruktur 1,48 persen, non-siklikal 1,45 persen, keuangan 1,04 persen, dan siklikal 0,84 persen.
Selain itu, sektor teknologi naik 0,82 persen, energi 0,45 persen, properti 0,39 persen, serta transportasi 0,31 persen.
Di sisi lain, sektor bahan baku turun 1,08 persen dan sektor kesehatan melemah 0,09 persen.
APLN, BDMN, dan MBSS Pimpin Penguatan
Sejumlah saham mencatatkan kinerja positif dan masuk jajaran top gainers, di antaranya PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS).
Baca juga: IHSG Ditutup Melemah ke 7.541, Ini Saham Top Gainers dan Losers
Sebaliknya, saham yang masuk top losers antara lain PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), dan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN). (*)
Editor: Yulian Saputra




