Poin Penting
- IHSG ditutup turun 1,48 persen ke level 6.405,68 pada perdagangan 26 Agustus 2026.
- Sebanyak 583 saham terkoreksi, sementara 118 saham menguat dan 89 saham stagnan.
- Seluruh sektor saham kompak melemah, dengan sektor transportasi mencatat penurunan terdalam sebesar 4,15 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, ditutup melanjutkan pelemahannya ke level 6.405,68 dari level 6.501,66 atau turun sebanyak 1,48 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 583 saham terkoreksi, 118 saham menguat, dan 89 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 42,08 miliar saham diperdagangkan dengan 2,51 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp18,08 triliun.
Baca juga: CIMB Niaga Prediksi IHSG Masih Konservatif hingga Akhir 2026, Berpotensi ke 7.000
Tidak hanya itu, seluruh indeks dalam negeri juga terpantau melemah, dengan LQ45 turun 1,46 persen ke 632,55, IDX30 merosot 1,28 persen jadi 353,99, Sri-Kehati melemah 1,02 persen ke 308,94, dan JII turun 1,66 persen menjadi 387,61.
Lalu seluruh sektor juga mengalami pergerakan yang negatif, dengan sektor transportasi merosot 4,15 persen, sektor properti melemah 2,71 persen, sektor energi turun 2,61 persen, sektor siklikal merosot 2,42 persen, sektor industrial melemah 2,36 persen, sektor infrastruktur turun 2,26 persen.
Selain itu, sektor teknologi merosot 1,77 persen, sektor bahan baku melemah 1,49 persen, sektor non-siklikal turun 1,47 persen, sektor keuangan merosot 1,03 persen, dan sektor kesehatan melemah 0,73 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI), PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID), dan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL).
Sedangkan saham top losers adalah PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).
Baca juga: Begini Gerak Saham Perbankan di Tengah Pelemahan IHSG
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). (*)
Editor: Yulian Saputra


