Poin Penting
- IHSG ditutup melemah 0,86 persen ke level 6.394,12 pada perdagangan 19 Agustus 2026, dengan 363 saham terkoreksi dan nilai transaksi mencapai Rp14,27 triliun
- Hampir seluruh sektor saham tertekan, dengan sektor bahan baku mencatat penurunan terdalam 1,21 persen. Hanya sektor infrastruktur dan properti yang menguat
- BACH, DSSA, dan BSDE menjadi top gainers, sedangkan BYAN, TEBE, dan TOTL masuk jajaran top losers. KIJA, BUMI, dan APLN menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, ditutup melemah 0,86 persen ke level 6.394,12, dari posisi sebelumnya 6.449,83.
Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 363 saham terkoreksi, 238 saham menguat, dan 188 saham tidak mengalami perubahan.
Volume perdagangan tercatat mencapai 36,00 miliar saham dengan frekuensi 2,20 juta kali transaksi. Adapun total nilai transaksi mencapai Rp14,27 triliun.
Sejalan dengan IHSG yang terkoreksi, seluruh indeks utama domestik juga bergerak di zona merah. Indeks LQ45 turun 0,56 persen ke level 627,47, IDX30 -0,44 persen menjadi 350,93, Sri-Kehati -0,42 persen ke 306,09, dan JII -0,83 persen menjadi 380,92.
Baca juga: Prodia Siapkan Rp150 Miliar untuk Buyback Saham
Tekanan juga terjadi di hampir seluruh sektor saham. Sektor bahan baku menjadi yang paling dalam terkoreksi, yakni 1,21 persen, diikuti sektor siklikal yang -1,05 persen dan sektor non-siklikal -0,96 persen.
Selanjutnya, sektor industrial -0,79 persen, sektor kesehatan -0,76 persen, sektor energi -0,71 persen, sektor teknologi -0,62 persen, sektor keuangan -0,52 persen, dan sektor transportasi -0,20 persen.
Di tengah tekanan pasar, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor infrastruktur naik 0,43 persen, sedangkan sektor properti menguat 0,39 persen.
Baca juga: Begini Prospek Saham BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI di Semester II 2026
Saham Top Gainers dan Losers
Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan dan masuk jajaran top gainers, di antaranya PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Sementara itu, saham yang masuk jajaran top losers antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL).
Adapun tiga saham yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan frekuensi transaksi adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN). (*)


