Poin Penting
- IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi di kisaran 6.450-6.570 pada perdagangan 1 September 2026.
- Investor menanti data inflasi Agustus yang diproyeksikan meningkat menjadi 3,13 persen secara tahunan.
- Data ekonomi dari Tiongkok, Jepang, Eropa, dan AS juga menjadi perhatian pasar.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidasi pada perdagangan Selasa (1/9). Secara teknikal, IHSG berpeluang bergerak di rentang 6.450-6.570.
“Diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran level 6.450-6.570 pada perdagangan Selasa (1/9),” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih bertahan di atas level MA5. Selain itu, Stochastic RSI menunjukkan indikasi reversal di area pivot.
Baca juga: IHSG Tertekan, Ini 5 Saham yang Paling Membebani Sepekan
Pada perdagangan Senin (31/8), IHSG ditutup menguat 0,11 persen ke level 6.525,48. Dengan demikian, IHSG mencatat kenaikan 4,64 persen secara month-to-month (mom) sepanjang Agustus 2026. Namun, secara year-to-date (ytd), IHSG masih terkoreksi 24,53 persen.
Dari dalam negeri, investor akan mencermati data inflasi Agustus 2026. Phintraco memperkirakan inflasi bulanan mencapai 0,2 persen, berbalik dari deflasi 0,14 persen pada Juli 2026.
Dengan proyeksi tersebut, inflasi tahunan diperkirakan naik menjadi 3,13 persen pada Agustus 2026 dari 2,88 persen pada Juli 2026.
Inflasi inti juga diperkirakan meningkat menjadi 2,8 persen secara tahunan dari 2,76 persen pada Juli 2026.
Baca juga: 392 Saham Hijau, IHSG Ditutup Berbalik Menguat ke Level 6.525
Selain inflasi, investor akan mencermati neraca perdagangan Indonesia. Data tersebut diperkirakan mencatat defisit USD0,3 miliar pada Juli 2026, membaik dari defisit USD0,45 miliar pada Juni 2026.
Pertumbuhan impor juga diperkirakan masih lebih tinggi dibandingkan ekspor. Sementara itu, indeks PMI Manufacturing Indonesia diproyeksikan naik tipis menjadi 50,5 pada Agustus 2026 dari 50,2 pada Juli 2026.
Data Ekonomi Global
Adapun dari Asia, investor juga menanti rilis RatingDog Manufacturing PMI Tiongkok. Indeks tersebut diperkirakan meningkat menjadi 51 pada Agustus 2026 dari 50,9 pada Juli 2026.
Dari Jepang, Consumer Confidence Index diproyeksikan naik tipis menjadi 35 pada Agustus 2026.
Baca juga: IHSG Sepekan Melemah 0,12 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp11.431 Triliun
Sementara itu, kawasan Eropa akan merilis data inflasi yang diperkirakan meningkat menjadi 3,3 persen secara tahunan pada Agustus 2026 dari 2,9 persen pada Juli 2026.
Dari Amerika Serikat (AS), pasar akan mencermati indeks ISM Manufacturing PMI yang diperkirakan turun tipis menjadi 55,2 pada Agustus 2026 dari 55,6 pada Juli 2026.
Data lowongan pekerjaan atau jobs opening AS juga diperkirakan turun menjadi 7,3 juta pada Juli 2026 dari 7,36 juta pada Juni 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra


