Poin Penting
- IHSG dibuka naik 0,23 persen ke level 6.651,87 pada perdagangan Senin (7/9), dengan nilai transaksi awal mencapai Rp377,37 miliar
- Sebanyak 285 saham menguat, 144 saham melemah, dan 264 saham stagnan. CGS International memproyeksikan IHSG bergerak variatif cenderung melemah
- Kenaikan harga minyak mentah, batu bara, nikel, dan tembaga berpeluang menopang IHSG. CGS merekomendasikan CUAN, PTRO, DSNG, LSIP, BWPT, dan TINS.
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (7/9) pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada zona hijau ke posisi 6.651,87 atau naik 0,23 persen dari level sebelumnya 6.636,47.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan perdagangan hari ini, sebanyak 703,80 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 66 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp377,37 miliar.
Dari sisi pergerakan saham, tercatat 144 saham terkoreksi, 285 saham menguat, dan 264 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: BTPN Syariah Umumkan Rencana Buyback Saham Rp1 Triliun
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.570-6.505 dan resistance 6.700-6.770,” ucap analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 7 September 2026.
Lebih lanjut, analis CGS menilai, dengan melemahnya indeks di bursa Wall Street seiring naiknya probabilitas kenaikan suku bunga acuan diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu, naiknya harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, batu bara, nikel dan tembaga berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
Baca juga: BEI Catat 3 Saham Bank Jumbo Topang Penguatan IHSG Sepekan
Rekomendasi Saham Hari Ini
Pada perdangan hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan hari ini, di antaranya adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Ada juga saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), dan PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS). (*)
Editor: Galih Pratama


