Poin Penting
- IHSG ditutup melemah 0,06 persen ke level 6.595,77 pada perdagangan 2 September 2026.
- Sebanyak 321 saham turun, 282 saham naik, dan 186 saham tidak berubah.
- Sektor teknologi menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 3,74 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 2 September 2026, ditutup bertahan di zona merah ke level 6.595,77 dari level 6.599,94 atau melemah tipis 0,06 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 321 saham terkoreksi, 282 saham menguat, dan 186 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 64,38 miliar saham diperdagangkan dengan 2,45 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp16,82 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Berbalik Ditutup Melemah 0,28 Persen ke Level 6.581
Lalu seluruh indeks dalam negeri terpantau ikut melemah, dengan LQ45 turun 0,39 persen ke 651,87, IDX30 merosot 0,33 persen jadi 365,20, Sri-Kehati melemah 0,11 persen ke 319,17, dan JII turun 1,04 persen menjadi 392,96.
Selain itu, mayoritas sektor juga turut bergerak negatif, dengan sektor bahan baku merosot 1,34 persen, sektor infrastruktur turun 0,95 persen, sektor industrial melemah 0,81 persen, sektor energi merosot 0,63 persen, sektor properti turun 0,39 persen, sektor kesehatan melemah 0,23 persen.
Sedangkan, sektor sisanya masih mampu bergerak meningkat, dengan sektor teknologi menguat 3,74 persen, sektor keuangan naik 0,63 persen, sektor siklikal meningkat 0,53 persen, sektor non-siklikal menguat 0,37 persen, dan sektor transportasi naik 0,35 persen.
Baca juga: IHSG Dibuka di Zona Hijau, Naik 0,28 Persen ke Level 6.618
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM).
Sedangkan saham top losers adalah PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Astra Graphia Tbk (ASGR), dan PT MD Entertainment Tbk (FILM).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA). (*)
Editor: Yulian Saputra


