Poin Penting
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak sideways di kisaran 6.400–6.500 pada perdagangan 19 Agustus 2026
- RDG BI menjadi sentimen utama pasar, dengan BI Rate diperkirakan tetap 5,75 persen untuk menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi
- Kenaikan ULN Indonesia menjadi sentimen negatif, namun rasio ULN terhadap PDB sebesar 30,6 persen masih dinilai relatif terkendali.
Jakarta – Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (19/8), akan bergerak sideways secara teknikal di tengah penantian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
“IHSG diperkirakan akan bergerak sideways di kisaran 6.400–6.500 pada perdagangan Rabu (19/8),” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 19 Agustus 2026.
Menurut analis Phintraco Sekuritas, salah satu sentimen utama yang akan memengaruhi pergerakan IHSG berasal dari hasil RDG BI yang diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen.
Baca juga: Ekonom Ramal BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen, Ini Pertimbangannya
Keputusan tersebut sejalan dengan laju inflasi yang masih berada dalam kisaran target BI, serta upaya menjaga stabilitas rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Deposit facility rate dan lending facility juga diperkirakan tetap masing-masing di level 4,75 persen dan 6,5 persen. Investor akan mencermati penjelasan BI terkait arah kebijakan moneter selanjutnya.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 13 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2026, dari 12,67 persen yoy pada Juni 2026.
BI juga melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD454,4 miliar pada kuartal II 2026. Angka tersebut tumbuh 4,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meningkat dari USD433,4 miliar pada kuartal I 2026.
Kenaikan ULN terutama didorong oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat 30,6 persen pada kuartal II 2026, dengan ULN jangka panjang mendominasi sebesar 82,1 persen dari total ULN.
Baca juga: Mirae Asset Ramal MSCI Kembali Buka Rebalancing Saham RI Tahun Depan
Kenaikan ULN menjadi sentimen negatif bagi pasar saham, meski rasio ULN terhadap PDB dinilai masih relatif terkendali.
Sementara itu, pada perdagangan Selasa (18/8), IHSG ditutup menguat 0,75 persen ke level 6.449,83. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA20 meski ditutup dengan gap up. (*)
Editor: Galih Pratama


