Poin Penting
- IHSG ditutup melemah 1,13 persen ke level 6.461,15 pada perdagangan 15 September 2026.
- Sebanyak 314 saham melemah, sementara 312 saham menguat.
- Mayoritas sektor saham berakhir di zona merah, dengan sektor industrial turun paling dalam.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 15 September 2026, kembali ditutup merosot ke level 6.461,15 dari level 6.534,69 atau melemah 1,13 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 314 saham terkoreksi, 312 saham menguat, dan 165 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 26,43 miliar saham diperdagangkan dengan 1,76 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp12,71 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Masih Merah, Turun 0,76 Persen ke Level 6.484
Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri terpantau melemah, dengan LQ45 turun 1,26 persen ke 650,76, IDX30 merosot 1,31 persen jadi 361,44, Sri-Kehati melemah 1,44 persen ke 315,44, dan JII turun 0,41 persen menjadi 395,31.
Di sisi lain, mayoritas sektor juga melemah, di antaranya adalah sektor industrial turun 1,56 persen, sektor keuangan merosot 1,36 persen, sektor energi melemah 1,27 persen, dan sektor properti turun 1,03 persen.
Kemudian sektor transportasi merosot 0,89 persen, sektor bahan baku melemah 0,73 persen, sektor non-siklikal turun 0,69 persen, dan sektor teknologi merosot 0,37 persen.
Baca juga: IHSG Berpotensi Sideways di 6.400-6.600, Investor Tunggu Arah Kebijakan Menkeu Baru
Sedangkan, sektor lainnya terpantau menguat, yakni sektor kesehatan naik 0,24 persen, sektor infrastruktur meningkat 0,17 persen, dan sektor siklikal menguat 0,05 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI), PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), dan PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM).
Sedangkan saham top losers adalah PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)
Editor: Yulian Saputra


