Poin Penting
- Celios meminta Suahasil mengembalikan APBN agar tetap rasional di tengah tekanan belanja pemerintah.
- Suahasil dinilai perlu mengevaluasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Celios mendorong pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3 persen untuk memulihkan kepercayaan investor.
Jakarta – Center of Economic and Law Studies (Celios) mengungkap sejumlah tugas berat yang harus segera dilakukan Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Salah satunya mengembalikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap rasional di tengah tekanan belanja pemerintah.
Direktur Ekonomi Celios Nailul Huda mengatakan Suahasil perlu berani mempertimbangkan penolakan terhadap kenaikan anggaran sejumlah program pemerintah yang dinilai tidak rasional. Hal ini penting dilakukan seiring pembahasan APBN 2027.
“Tugas Suahasil sebenarnya adalah mengembalikan APBN tetap rasional dengan berani mempertimbangkan untuk menolak kenaikan anggaran program ajaib tahun depan,” ujar Nailul, kepada Infobanknews, Selasa, 15 September 2026.
Baca juga: Suahasil Gantikan Purbaya, Celios Soroti Beban Fiskal dan Program Prioritas Presiden
Evaluasi Anggaran MBG
Nailul secara khusus menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh, terutama dari sisi anggaran yang dinilai menyerap alokasi belanja pendidikan dalam jumlah besar.
“Program seperti MBG harus bisa dievaluasi secara penuh dari sisi anggaran yang memang banyak menyedot alokasi anggaran pendidikan,” jelasnya.
Ia mengatakan publik berharap Suahasil dapat memberikan pembeda dibandingkan kebijakan yang dijalankan Purbaya.
“Berani untuk berkata tidak kepada Kementerian/Lembaga yang minta anggaran lebih tanpa rasionalitas menjadi tanggung jawab di awal karena bersamaan dengan pembahasan APBN 2027,” ujarnya.
Baca juga: Setoran Rp120 Triliun Danantara Belum Jelas, Rosan Akan Temui Menkeu Suahasil
Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen
Selain menjaga rasionalitas belanja negara, Nailul mendorong Suahasil memulihkan kepercayaan investor terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.
Salah satunya dengan menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen. Menurut Nailul, pemerintah juga perlu menghindari praktik yang dapat mengganggu kepercayaan investor dalam pengelolaan penerimaan dan pengembalian pajak.
“Dari sisi investasi, Suahasil harus mengembalikan kepercayaan investor dengan menjaga defisit di bawah 3 persen tanpa ada permainan restitusi ataupun ijon pajak,” katanya.
Baca juga: Ekonom Ungkap Kemampuan APBN Tanggung Beban Utang Whoosh
Menurutnya, investor selama ini mengeluhkan proses restitusi pajak yang dinilai terlalu ketat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpuasan investor terhadap kebijakan perpajakan pemerintah.
“Selama ini investor mengeluhkan terkait restitusi yang sangat ketat sehingga membuat investor juga geram,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


