Poin Penting
- IHSG melemah 1,88 persen ke level 6.196,49 jelang penutupan sesi I, bahkan sempat menyentuh level terendah 6.161,13
- Pelemahan dipicu kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari kenaikan harga minyak, aksi jual asing, hingga profit taking saham big caps
- Analis menilai koreksi masih wajar dan lebih mencerminkan penyesuaian sentimen pasar, bukan pelemahan fundamental ekonomi.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah hingga jelang penutupan perdagangan sesi I, Jumat, 24 Juli 2026. Pada pukul 11.15 WIB, IHSG tercatat melemah 1,88 persen ke level 6.196,49.
Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah harian di posisi 6.161,13 atau terkoreksi sekitar 2 persen dari penutupan sebelumnya.
Pengamat Pasar Modal, Elandry Pratama, menilai pelemahan IHSG kali ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi global, kenaikan harga minyak seiring memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah dinilai menekan minat investor terhadap aset berisiko.
“Sementara dari domestik, masih ada tekanan jual asing, profit taking pada saham-saham big caps, serta meningkatnya ketidakpastian dari sejumlah isu domestik yang membuat pelaku pasar cenderung wait and see,” ucap Elandry kepada Infobanknews di Jakarta, 24 Juli 2026.
Baca juga: IHSG Dibuka di Zona Merah, Anjlok 1,17 Persen
Menurut Elandry, koreksi lebih dari 2 persen yang terjadi pada perdagangan hari ini masih tergolong wajar karena dipicu oleh akumulasi berbagai sentimen negatif yang muncul secara bersamaan.
“Selama tidak diikuti perubahan pada fundamental ekonomi domestik, saya melihat pelemahan ini lebih merupakan penyesuaian market sentiment dan meningkatnya volatilitas jangka pendek,” imbuhnya.
Baca juga: Investor Global Kembali Borong Saham RI, Valuasi Murah Jadi Magnet
Sebelumnya, IHSG juga telah melemah selama dua hari berturut-turut. Pada perdagangan Rabu (22/7), indeks terkoreksi 0,09 persen, kemudian kembali turun 0,30 persen pada Kamis (23/7).
Koreksi tersebut terjadi setelah IHSG mencatat reli selama sembilan hari perdagangan berturut-turut, yakni sejak 9 Juli hingga 21 Juli 2026. (*)
Editor: Galih Pratama


