Poin Penting
- AUM produk ESG di BEI mencapai Rp5,5 triliun, naik 145 kali lipat sejak 2014
- Produk ESG bertambah menjadi 32, dengan 47 obligasi dan sukuk ESG senilai hampir Rp84 triliun
- Sebanyak 87 persen emiten telah menyampaikan sustainability report 2025, namun baru 13 persen yang terverifikasi.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dana kelolaan atau asset under management (AUM) produk investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) mencapai Rp5,5 triliun hingga Juni 2026.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengatakan nilai tersebut meningkat hampir 145 kali lipat dibandingkan saat produk ESG pertama kali hadir di pasar modal Indonesia pada 2014.
Sejalan dengan itu, jumlah produk investasi berbasis ESG juga terus bertambah. Produk exchange traded fund (ETF) dan reksa dana berbasis indeks ESG meningkat dari hanya satu produk pada 2014 menjadi 32 produk hingga Juni 2026.
Baca juga: Investor Global Kembali Borong Saham RI, Valuasi Murah Jadi Magnet
“ESG sudah menjadi bagian dari strategi bisnis, perusahaan-perusahaan yang unggul dilihat dari bagaimana kepeduliannya terhadap aspek ESG,” ucap Iding dalam ESG Conference, dikutip Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Iding, implementasi ESG mampu menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang. Pasalnya, penerapan prinsip ESG dapat membantu perusahaan mengelola risiko, menangkap peluang bisnis, serta memperkuat daya saing.
Selain perkembangan produk investasi, pasar surat utang bertema ESG juga menunjukkan pertumbuhan. Hingga Juni 2026, BEI mencatat telah diterbitkan 47 emisi obligasi dan sukuk bertema ESG dengan total nilai penerbitan mendekati Rp84 triliun.
Baca juga: BEI Catat 1 Perusahaan Sektor Properti Masih dalam Pipeline Right Issue
Dari sisi keterbukaan informasi, sebanyak 87 persen perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keberlanjutan (sustainability report) untuk tahun buku 2025. Namun, baru sekitar 13 persen laporan tersebut yang telah memperoleh verifikasi dari pihak ketiga.
Sementara pada aspek pelaporan emisi, sebanyak 58 persen perusahaan tercatat telah melaporkan emisi gas rumah kaca scope 1 dan scope 2. Adapun perusahaan yang telah melaporkan emisi scope 3 mencapai 32 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


