Poin Penting
- Asing kembali mencatat net sell Rp864 miliar, sehingga outflow sepanjang 2026 mencapai Rp67,06 triliun
- Aksi jual asing berlanjut di saham perbankan dan energi, dengan net sell Rp864 miliar.
- IHSG anjlok 4,11 persen seiring net foreign sell yang mencapai Rp864 miliar.
Jakarta – Aliran dana investor asing yang keluar dari pasar saham Indonesia (net foreign sell) kembali membengkak pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, mencapai Rp864,07 miliar.
Dengan demikian, akumulasi outflow investor asing sepanjang tahun (year-to-date/ytd) meningkat menjadi Rp67,06 triliun.
Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, tekanan jual asing terjadi di sejumlah sektor, mulai dari keuangan, bahan baku, hingga energi. Adapun lima saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp686,16 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp427,54 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp360,70 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp182,61 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp106,18 miliar
Besarnya aksi jual asing sejalan dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada perdagangan kemarin ditutup di zona merah. IHSG merosot 4,11 persen ke level 5.941,06 dari posisi sebelumnya 6.195,42.
Mengacu pada data RTI Business, sebanyak 692 saham mengalami penurunan, sementara hanya 69 saham menguat dan 54 saham bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan juga terbilang tinggi. Sebanyak 40,17 miliar saham berpindah tangan dalam 2,76 juta kali transaksi dengan total nilai perdagangan mencapai Rp25,25 triliun.
Pelemahan tidak hanya terjadi pada IHSG. Seluruh indeks utama di Bursa Efek Indonesia turut terkoreksi, di antaranya LQ45 yang turun 4,89 persen ke 588,99, IDX30 melemah 4,50 persen menjadi 333,84, Sri-Kehati merosot 3,98 persen ke 289,80, serta JII yang terkoreksi 6,09 persen ke level 354,44. (*)


