Poin Penting
- Laba bersih ICBP turun 33 persen menjadi Rp3,70 triliun.
- Penjualan bersih meningkat 11 persen menjadi Rp41,86 triliun.
- Pelemahan rupiah memicu kenaikan rugi selisih kurs yang menekan laba.
Jakarta – Emiten barang konsumsi milik Salim Group, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IDX: ICBP), membukukan laba bersih sebesar Rp3,70 triliun pada semester I-2026. Raihan tersebut turun 33 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp5,54 triliun.
Meski demikian, dari sisi operasional perseroan masih mencatatkan pertumbuhan. Hingga Juni 2026, penjualan bersih meningkat 11 persen (yoy) menjadi Rp41,86 triliun. Kinerja operasional itu turut tercermin pada kenaikan laba usaha sebesar 8 persen menjadi Rp9,15 triliun dari Rp8,48 triliun.
Sementara itu, core profit yang mencerminkan kinerja operasional perseroan naik 1 persen menjadi Rp5,40 triliun. Selain itu, margin laba usaha tetap terjaga di level 21,9 persen.
Baca juga: Laba Bersih Indofood (INDF) Tergerus 19 Persen Jadi Rp4,72 Triliun, Ini Penyebabnya
Perseroan menjelaskan, laba periode berjalan pada semester-I 2026 disebabkan karena meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pembiayaan. Peristiwa ini terjadi akibat melemahnya nilai tukar rupiah.
Namun begitu, Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) ICBP, tetap mensyukuri capaian perseroan di tengah kondisi ekonomi Tanah Air yang tengah menantang.
“ICBP membukukan kinerja yang positif di paruh pertama tahun 2026 meski dihadapkan pada situasi pasar yang semakin dinamis,” terang Anthoni dalam keterangan resmi tertulis, dikutip, Minggu, 2 Agustus 2026.
Baca juga: Laba Indofood Turun 17% Jadi Rp6,35 Triliun
Ke depan, Anthoni menegaskan, ICBP berkomitmen pada pertumbuhan berkelanjutan. Dalam prosesnya, perseroan akan memastikan menjaga keseimbangan pangsa pasar, profitabilitas, dan kesehatan neraca.
“Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas,” pungkasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


