Poin Penting
- BEI mencatat empat perusahaan masih berada dalam pipeline IPO saham.
- Dua calon emiten berasal dari sektor kesehatan.
- Dana IPO yang telah dihimpun sepanjang 2026 mencapai Rp2,16 triliun.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa per 31 Juli 2026 terdapat empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI yang akan menggelar penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Direktur Penilaian BEI, Saidu Solihin, mengatakan sepanjang 2026 sebanyak tujuh perusahaan telah melantai di Bursa dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
Dari empat perusahaan yang masih berada dalam pipeline IPO, dua di antaranya berasal dari sektor kesehatan, sementara masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor konsumen non-siklikal dan industri.
Baca juga: Soal Pipeline IPO Saham, Trimegah Sekuritas: Masih dalam Tahap Diskusi
“Saat ini, masih terdapat empat perusahaan dalam pipeline, yang terdiri dari 2 perusahaan sektor healthcare, 1 consumer non-cyclicals, dan 1 industrials,” kata Saidu dalam keterangannya, dikutip, Minggu, 2 Agustus 2026.
Berdasarkan skala aset, dua calon emiten merupakan perusahaan beraset besar dengan nilai aset di atas Rp250 miliar.
Sementara itu, dua perusahaan lainnya masuk kategori perusahaan beraset kecil dengan total aset di bawah Rp50 miliar.
Rights Issue Capai Rp15,85 Triliun
Selain IPO, BEI juga mencatat aktivitas penggalangan dana melalui rights issue masih berlangsung.
Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 15 perusahaan tercatat telah melaksanakan rights issue dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp15,85 triliun.
Baca juga: 15 Emiten Gelar Rights Issue Sepanjang 2024, Segini Total Penghimpunan Dananya
Di pasar surat utang, BEI mencatat telah menerbitkan 115 emisi obligasi dari 62 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp104,11 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


