Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia dalam COP29, Hashim Djojohadikusumo memberikan keynote speech saat acara penandatanganan Memorandum of Understanding antara PLN dengan KfW di sela rangkaian COP29 di Baku, Azerbaijan pada Rabu, (13/11).
Jakarta – Bank Indonesia (BI) akan menyediakan dana insentif likuiditas senilai Rp130 triliun dalam mendukung pembiayaan program pembangunan 3 juta rumah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo.
“BI saya dengar bersedia untuk menyediakan Rp130 triliun untuk mendukung sektor perumahan,” kata Hashim, dinukil Antara, Kamis, 27 Februari 2025.
Baca juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, Sri Mulyani Akan Terbitkan SBN Perumahan
Ia mengatakan, pendanaan insentif tersebut berasal dalam negeri. Namun, tak menutup kemungkinan sumber dana akan dibantu investor asing dari berbagai negara yang menunjukkan mintat kepada program 3 juta rumah ini.
Adapun, beberapa negara yang sudah menyatakan kesediaannya antara lain India, Singapura, dan Turki.
“Investor banyak, India bersedia, Singapura bersedia, Turki, saya sudah baru dapet proposal dari Turki. Banyak yang bersedia untuk memberikan modal untuk membiayai. So the demand is there, the supply is there,” jelasnya.
Baca juga: Program 3 Juta Rumah Prabowo, BI Tambah Insentif KLM hingga Rp80 Triliun
Sebelumnya, BI telah meningkatkan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) bagi perbankan secara bertahap, dari Rp23,19 triliun menjadi Rp80 triliun untuk mendukung pembiayaan sektor perumahan.
Selain itu, BI juga akan mendukung pendanaan melalui pembelian SBN perumahan di pasar sekunder, yang mana dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk membiayai sektor ini. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OTT pegawai pajak dinilai momentum bersih-bersih institusi, bukan cerminan keseluruhan DJP. DPR menegaskan… Read More
Poin Penting Trump mengancam tarif 25% bagi negara yang berdagang dengan Iran, berlaku untuk seluruh… Read More
Poin Penting IHSG sesi I menguat 0,89% ke level 9.028 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akan mengevaluasi pegawai DJP usai OTT KPK terkait dugaan suap pemeriksaan… Read More
Poin Penting Bank sentral global kompak dukung Jerome Powell usai ancaman pidana dari Donald Trump.… Read More
Poin Penting Pendanaan pindar cenderung meningkat saat Ramadan, didorong naiknya kebutuhan konsumsi dan modal usaha… Read More