Poin Penting
- HRTA membagikan dividen tunai Rp40 per saham dari laba tahun buku 2025, dengan dividend yield sekitar 1,8 persen dan dividend payout ratio 18,83 persen
- Sepanjang 2025, HRTA mencatat laba bersih Rp978,49 miliar atau melonjak 121,29 persen yoy, ditopang pertumbuhan pendapatan 144,39 persen menjadi Rp44,55 triliun
- Kinerja positif berlanjut pada kuartal I 2026, dengan pendapatan naik 196,96 persen menjadi Rp20,16 triliun dan laba bersih melesat 189,48 persen menjadi Rp433,49 miliar
Jakarta – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) resmi mengesahkan pembagian dividen tunai sebesar Rp40 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (3/6) di Jakarta.
Dividen tersebut berasal dari laba bersih tahun buku 2025 dan mencerminkan dividend yield sekitar 1,8 persen berdasarkan harga saham Rp2.300 per lembar.
Dengan keputusan tersebut, rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) HRTA tercatat sebesar 18,83 persen dari laba bersih tahun 2025.
Adapun sepanjang 2025, HRTA membukukan laba bersih sebesar Rp978,49 miliar atau melonjak 121,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan realisasi laba bersih 2024 yang sebesar Rp442,18 miliar.
Baca juga: HRTA Sebut Permintaan Emas Tetap Tinggi Meski Harga Bergejolak, Ini Alasannya
Kinerja positif tersebut menjadi dasar perseroan dalam membagikan dividen kepada para pemegang saham.
“Pendapatan perseroan di tahun 2025 tercatat meningkat jadi Rp44,55 triliun, tumbuh hingga 144,39 persen secara yoy dari Rp18,23 triliun di 2024,” ucap Ong Deny, Direktur Keuangan HRTA dalam Paparan Publik di Jakarta, 3 Juni 2026.
Hasil positif pendapatan perseroan berlanjut hingga kuartal I 2026. Selama tiga bulan pertama di tahun 2026, HRTA mampu membukukan pendapatan Rp20,16 triliun atau melesat 196,96 persen dari Rp6,78 triliun di tahun lalu periode yang sama.
Sejurus dengan, itu, laba bersih perseroan turut meningkat signifikan 189,48 persen dari Rp149,75 miliar pada Maret 2026 menjadi Rp433,49 miliar di Maret 2026.
Baca juga: HRTA Rilis Aplikasi HRTA Gold untuk Transaksi Emas dan Perhiasan, Ini Keunggulannya
Pertumbuhan ditopang oleh peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 75,18 persen secara tahunan menjadi 7,83 ton, sejalan dengan peningkatan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 71,01 persen secara tahunan menjadi Rp2.567.213 per gram.
Dari segi segmen bisnis, penjualan masih didominasi oleh segmen grosir dengan kontribusi sebesar 90,60 persen terhadap total pendapatan, termasuk kontribusi dari segmen insititusi keuangan bullion bank dan beberapa perbankan syariah, diikuti oleh segmen ritel sebesar 9,13 persen dan gadai sebesar 0,26 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


