Poin Penting:
- Kementerian ESDM menghitung ulang keekonomian pertamax di tengah gejolak minyak dunia.
- Harga Brent turun ke 83,86 dolar AS per barel, terendah sejak 17 Juli.
- Pertamina berpeluang menyesuaikan harga jika rata-rata minyak dunia menurun.
Jakarta – Gejolak minyak dunia kembali mengguncang pasar energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menghitung ulang keekonomian pertamax di tengah fluktuasi harga global.
Wakil Menteri ESDM Yuliot menyebut perhitungan dilakukan berbasis biaya pokok penyediaan. Komponen keuntungan Pertamina juga akan menjadi pertimbangan pemerintah.
“Jadi nanti akan dihitung BPP (biaya pokok penyediaan)-nya Pertamina ditambah keuntungan,” ujar Yuliot, dikutip Antara, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Tetap Stabil Meski Minyak Dunia Sempat Naik
ESDM Hitung Keekonomian Minyak dan Pertamax
Menurut Yuliot, harga pertamax sangat dipengaruhi pergerakan minyak dunia. Ketidakpastian pasar meningkat akibat dinamika geopolitik global.
Karena itu, ESDM akan memakai rata-rata harga minyak dunia. Hasil perhitungan menjadi dasar evaluasi harga pertamax.
Pemerintah membuka peluang penyesuaian jika tren harga melemah. Penurunan tidak langsung diputuskan tanpa perhitungan keekonomian.
“Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga,” kata Yuliot.
Harga Minyak Dunia Turun Tajam
Tekanan terhadap minyak dunia terlihat pada perdagangan Selasa, 28 Juli. Harga acuan minyak mentah Brent turun lebih dari dua persen.
Brent untuk pengiriman Oktober melemah 2,34 persen menjadi 83,86 dolar AS per barel. Level itu menjadi yang terendah sejak 17 Juli.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September juga turun 2,28 persen. Harganya tercatat 80,73 dolar AS per barel.
Penurunan ini terjadi setelah lonjakan tajam pekan lalu. Pada 23 Juli, Brent sempat menembus 100,07 dolar AS per barel.
WTI ketika itu naik menjadi 91,48 dolar AS per barel. Pergerakan ekstrem ini menunjukkan tingginya volatilitas pasar energi.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Lampaui Asumsi APBN, DPR Desak Penguatan Cadangan BBM
Fluktuasi Minyak Jadi Penentu Kebijakan Harga
Kondisi tersebut membuat pemerintah berhati-hati menentukan harga BBM nonsubsidi. ESDM tidak hanya melihat harga harian, tetapi juga tren rata-rata.
Pendekatan itu dinilai penting agar penyesuaian harga lebih stabil. Pertamina juga memiliki ruang menyesuaikan harga sesuai hasil evaluasi.
Bagi konsumen, keputusan belum berarti pertamax pasti turun. Pemerintah masih menunggu hasil akhir perhitungan keekonomian.
Gejolak minyak dunia kini menjadi faktor utama penentuan harga pertamax. ESDM menegaskan evaluasi dilakukan berdasarkan perhitungan keekonomian dan rata-rata harga minyak global. (*)
Editor: Galih Pratama


