Poin Penting
- DPR memastikan penyelenggaraan haji 2026 tetap aman di tengah tensi geopolitik global.
- Pemerintah dan Arab Saudi memprioritaskan aspek keamanan jemaah.
- Penerbangan haji Indonesia dinyatakan aman tanpa gangguan signifikan.
Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap aman meski situasi geopolitik global memanas.
Ia menegaskan aspek keamanan menjadi prioritas utama yang dikawal pemerintah Indonesia bersama otoritas Arab Saudi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Komisi VIII DPR RI melakukan pengawasan terhadap kesiapan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk koordinasi dengan berbagai pihak terkait, baik di dalam maupun luar negeri.
“Dari hasil pengawasan kami, Arab Saudi sudah memastikan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas. Indonesia juga melakukan langkah diplomatik untuk memastikan jemaah kita bisa beribadah dengan aman,” ujar Maman dinukil laman DPR, Rabu, 22 April 2026.
Baca juga: Musim Haji 2026 Dimulai, Menhaj Lepas 391 Jemaah Kloter 1 Terbang ke Tanah Suci
Maman menjelaskan, pemerintah Indonesia turut berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif melalui jalur diplomasi internasional. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan ibadah haji sebagai kegiatan keagamaan tidak terdampak konflik geopolitik.
Menurut legislator dari Fraksi PKB itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelancaran ibadah haji yang melibatkan jutaan muslim dari berbagai negara.
“Ini adalah ibadah yang membutuhkan komitmen bersama. Tidak boleh ada konflik yang mengganggu pelaksanaan haji,” tegasnya.
Baca juga: Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat 22 April, Menhub Pastikan Kesiapan Angkutan
Ia juga menepis kekhawatiran terkait jalur penerbangan jemaah haji Indonesia. Menurutnya, penerbangan langsung menuju Arab Saudi hingga saat ini tetap aman dan tidak terdampak signifikan.
“Untuk penerbangan langsung, sejauh ini aman. Tidak ada gangguan yang perlu dikhawatirkan oleh jemaah,” kata dia.
Pengawasan Terus Dilakukan
Maman menambahkan, Komisi VIII DPR RI akan terus melakukan pengawasan terhadap seluruh aspek penyelenggaraan haji, termasuk faktor keamanan, guna memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Baca juga: Biaya Haji Berpotensi Melonjak Imbas Tekanan Global, Ini Usulan Maskapai
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah, agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait kondisi global.
Jadwal Pelaksanaan Haji 2026
Dengan adanya jaminan dari pemerintah Arab Saudi serta langkah diplomasi yang dilakukan Indonesia, ia optimistis penyelenggaraan haji 2026 akan berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah.
Diketahui, pemberangkatan gelombang pertama dari Indonesia ke Madinah berlangsung pada 22 April hingga 6 Mei 2026, disusul gelombang kedua menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026.
Puncak ibadah haji akan berlangsung pada 26 Mei 2026 dengan pelaksanaan wukuf di Arafah, bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Sementara itu, pemulangan jemaah dijadwalkan mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026 secara bertahap. (*)
Editor: Yulian Saputra








