Poin Penting
- IPOT menghadirkan UI/UX AI Real Time untuk trading lebih cepat dan presisi di era AI Trading 2026
- Trading manual dan UI statis dinilai berisiko karena lambat membaca pergerakan market
- Fitur AI Live, LADI, dan ROBO diklaim membantu investor memvalidasi transaksi dan mengurangi risiko trading.
Jakarta — Memasuki era AI trading 2026, industri sekuritas mulai mengalami perubahan signifikan. Aktivitas trading kini tidak lagi hanya mengandalkan analisis manual atau tampilan aplikasi statis, tetapi ditentukan oleh kecepatan membaca data, presisi eksekusi, dan kemampuan sistem memproses informasi secara real time.
Melihat perubahan tersebut, IPOT melakukan transformasi dengan menghadirkan UI/UX dinamis berbasis AI Real Time. Tidak sekadar tampilan visual, sistem ini dirancang sebagai decision engine yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Moleonoto The mengatakan sebagian besar platform trading saat ini masih mengandalkan UI/UX statis yang dinilai tidak mampu mengikuti pergerakan market yang semakin cepat.
“UI yang lambat membuat investor terlambat entry, data delay memicu keputusan yang tidak akurat, dan tanpa AI Real Time investor kehilangan validasi terhadap pergerakan smart money. Dalam kondisi seperti ini, UI bukan lagi sekadar tampilan, tetapi bisa menjadi sumber risiko finansial,” ujarnya, seperti dikutip, Kamis, 7 Mei 2026.
Baca juga: IPOT Hadirkan Fitur AI Real-Time untuk Dukung Trading Saham
Ia menilai praktik trading manual di banyak broker masih didominasi keputusan berbasis emosi dan asumsi. Investor membeli saham karena feeling, menjual saat panik, atau mengikuti sentimen komunitas tanpa validasi data real time.
“Tanpa indikator momentum, tanpa pembacaan tekanan transaksi, dan tanpa konfirmasi sebelum entry, investor berisiko masuk di pucuk dan mengalami kerugian berulang. Di era market bergerak cepat, pendekatan seperti ini sudah tidak relevan,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, IPOT mengembangkan UI/UX sebagai sistem dinamis berbasis AI Real Time yang bergerak mengikuti market setiap detik. Platform ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai dashboard visual, tetapi juga menjadi mesin eksekusi yang menghadirkan insight, validasi, hingga eksekusi transaksi secara langsung.
Sistem tersebut terintegrasi dengan fitur AI Live Orderbook, AI Live, LADI, Hit Action, Antrian Order Live, hingga ROBO Trading System. Melalui sistem ini, setiap keputusan BUY maupun SELL divalidasi berbasis AI Real Time. AI Live berfungsi mengidentifikasi saham aktif dan tekanan transaksi secara instan, sementara LADI membaca arah akumulasi maupun distribusi smart money.
Pendekatan tersebut diklaim membantu investor menghindari entry di pucuk, jebakan distribusi, serta meningkatkan presisi pengambilan posisi. Dengan demikian, AI Live dan LADI disebut bukan lagi sekadar indikator tambahan, melainkan checkpoint penting sebelum transaksi dilakukan.
IPOT juga menilai proteksi trading menjadi kebutuhan utama di tengah volatilitas market yang tinggi. Tanpa sistem real time, investor dinilai sulit membaca momentum, membedakan akumulasi dan distribusi, serta melakukan validasi sebelum entry.
Melalui integrasi UI/UX dengan AI Real Time dan sistem ROBO, IPOT menghadirkan proteksi aktif yang bekerja otomatis saat market berjalan. Eksekusi transaksi tidak lagi bergantung pada kecepatan manual, melainkan berdasarkan parameter AI yang dirancang untuk memberikan respons cepat dan objektif.
Menurut Moleonoto, pengembangan UI/UX berbasis AI Real Time membutuhkan fondasi teknologi yang kuat, mulai dari engine AI real time, infrastruktur server berlatensi rendah, algoritma matematis kompleks, hingga dukungan tim engineering kelas institusi.
Selain itu, IPOT juga didukung dana kelolaan sekitar Rp312 triliun, modal perusahaan bernilai triliunan rupiah, sistem keamanan berlapis anti-phishing, serta integrasi riset institusi melalui IPOT Views.
Di sisi lain, masih banyak platform trading yang menghadapi keterbatasan teknologi dan infrastruktur sehingga belum mampu menghadirkan sistem AI Real Time secara optimal. Akibatnya, UI/UX pada platform tersebut dinilai masih statis dan belum terintegrasi dengan sistem kecerdasan buatan.
Baca juga: Danantara Percepat Transformasi Digital BUMN, Fokus AI hingga Keamanan Siber
Menurut Moleonoto, keterbatasan tersebut berdampak langsung terhadap kecepatan dan presisi trading investor, terutama saat market bergerak cepat dan volatil. Perubahan pola trading berbasis AI juga mulai terlihat dari perilaku investor.
IPOT menyebut banyak investor kini menggunakan platform mereka sebagai layer proteksi untuk melakukan validasi melalui AI Live dan LADI sebelum mengeksekusi transaksi di platform lain.
“Di era AI Trading 2026, keunggulan tidak lagi ditentukan oleh tampilan visual semata, tetapi oleh kemampuan sistem membaca data real time dan mengeksekusi keputusan tanpa delay. Dalam market yang bergerak cepat, layar tanpa sistem berpotensi menjadi sumber kerugian,” ungkapnya. (*) Ayu Utami


