Poin Penting
- PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) membagikan dividen tunai Rp10,36 miliar atau 20 persen dari laba bersih 2025.
- Pendapatan Perseroan tumbuh 8,9 persen menjadi Rp215,5 miliar, dengan laba bersih Rp51,8 miliar.
- Pertumbuhan bisnis ditopang lonjakan pendapatan New Kuta Golf Bali dan kontribusi segmen real estat.
Jakarta – PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp10,36 miliar atau 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 2 Juni 2026.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan sebesar Rp51,80 miliar. Selain dividen, sebesar 30 persen atau Rp15,54 miliar dialokasikan sebagai cadangan wajib Perseroan.
Sementara itu, 50 persen sisanya atau Rp25,90 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya yang akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pendanaan proyek-proyek ekspansi yang tengah berjalan.
Sepanjang 2025, GOLF membukukan pendapatan bersih sebesar Rp215,5 miliar, meningkat 8,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp198,0 miliar pada 2024.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Anjlok Hampir 5 Persen, Rupiah dan Sentimen BGN jadi Biang Kerok
Direktur Utama GOLF, Dwi Febri Astuti, mengatakan Perseroan terus memperkuat posisinya sebagai pengembang destinasi golf dan pariwisata terintegrasi melalui penguatan operasional di Bali, Sentul, dan Belitung.
Menurutnya, strategi efisiensi dan disiplin biaya yang diterapkan secara konsisten berhasil menjaga kinerja operasional tetap solid.
“Ke depan, fokus kami adalah mengakselerasi penyelesaian proyek-proyek strategis kami dan memaksimalkan pendapatan dari berbagai fasilitas komersial baru, dengan keyakinan penuh bahwa fondasi yang telah kami bangun akan terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” katanya dalam keterangan resmi dikutip, Rabu, 3 Juni 2026.
New Kuta Golf dan Real Estate Jadi Motor Pertumbuhan
Kinerja Perseroan ditopang oleh pertumbuhan bisnis golf, khususnya New Kuta Golf Bali yang mencatatkan pendapatan Rp182,3 miliar atau melonjak 95,9 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya daya tarik kawasan serta berbagai inisiatif peningkatan kualitas lapangan dan fasilitas pendukung.
Baca juga: Gelar Green Golf Tournament 2026, Infobank Dorong Program Sosial dan Lingkungan Bersama Industri Keuangan
Selain itu, Perseroan mulai mengakui pendapatan dari segmen real estat melalui serah terima unit The Links Golf Villa Cluster 1 yang berkontribusi sebesar Rp68,4 miliar. Pengembangan kawasan Sequoia Hills di Sentul juga menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis properti Perseroan.
Di tengah peningkatan investasi strategis kawasan, GOLF tetap mampu menjaga profitabilitas dengan membukukan laba bersih sebesar Rp51,8 miliar pada 2025. (*)
Editor: Yulian Saputra


