Poin Penting:
- BMKG mencatat tiga gempa bumi dangkal mengguncang Lombok pada Jumat pagi dengan magnitudo 3,1 hingga 3,7.
- Aktivitas gempa diduga berkaitan dengan Sesar Selat Lombok dan Sesar Batu Jae yang berada dekat lokasi kejadian.
- BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi.
Jakarta – Gempa Lombok kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (29/5/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya tiga gempa bumi dangkal terjadi secara beruntun di Pulau Lombok dengan kekuatan magnitudo 3,1 hingga 3,7.
Rangkaian gempa tersebut terjadi dalam waktu yang saling berdekatan dan memicu getaran yang dirasakan warga di sejumlah wilayah, mulai dari Lombok Barat, Lombok Utara, Mataram, hingga Lombok Tengah.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan mengatakan, aktivitas gempa yang terjadi diduga berkaitan dengan keberadaan dua sesar aktif di sekitar lokasi kejadian.
BMKG Catat Gempa Lombok Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
Menurut Sumawan, terdapat dua sesar yang berdekatan dengan pusat gempa, yakni Sesar Selat Lombok dan Sesar Batu Jae. Namun, BMKG masih melakukan analisis lebih lanjut untuk memastikan sumber pemicu utama rangkaian gempa tersebut.
“Berdasarkan literatur yang ada terdapat dua sesar yang berdekatan dengan lokasi gempa, yaitu Sesar Selat Lombok dan Sesar Batu Jae. Namun, sesar mana yang memicu gempa tersebut masih memerlukan analisis lebih lanjut,” kata Sumawan di Mataram, dikutip Antara.
Gempa pertama terjadi pada pukul 04.03 WITA dengan kekuatan magnitudo 3,7 dan kedalaman 11 kilometer. Titik gempa berada di koordinat 8,53 derajat lintang selatan dan 116,08 derajat bujur timur atau sekitar 18 kilometer sebelah utara Kabupaten Lombok Barat.
BMKG menyebut gempa tersebut termasuk kategori gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut. Guncangan dirasakan warga di Lombok Utara, Mataram, dan Lombok Tengah dengan intensitas III hingga II MMI.
“Hasil monitoring kami hingga pukul 04.25 WITA tercatat ada dua gempa bumi susulan,” ujar dia.
Gempa Susulan Kembali Terjadi di Wilayah Lombok
Sekitar satu setengah jam kemudian, aktivitas gempa kembali terjadi pada pukul 05.43 WITA dengan kekuatan magnitudo 3,1. Pusat gempa berada sekitar 18 kilometer sebelah barat daya Kabupaten Lombok Utara pada koordinat 8,49 derajat lintang selatan dan 116,07 derajat bujur timur.
Gempa kedua ini juga tergolong gempa dangkal dengan kedalaman 13 kilometer akibat aktivitas pergeseran sesar aktif di darat. Guncangan terasa di wilayah Lombok Barat dan Mataram dengan skala III hingga II MMI.
BMKG mencatat terdapat satu kali gempa susulan hingga pukul 06.42 WITA di lokasi tersebut.
Aktivitas gempa kemudian kembali muncul pada pukul 07.20 WITA dengan magnitudo 3,2. Pusat gempa berada di darat, tepatnya 18 kilometer sebelah utara Kabupaten Lombok Barat pada koordinat 8,53 derajat lintang selatan dan 116,08 derajat bujur timur.
BMKG Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada
BMKG menjelaskan gempa ketiga terjadi akibat aktivitas sesar aktif di darat dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran dirasakan warga Lombok Barat dengan skala III MMI, serta dirasakan di Mataram dan Lombok Tengah dengan skala II MMI.
Hasil monitoring BMKG juga menunjukkan adanya satu aktivitas gempa susulan di lokasi yang sama setelah gempa ketiga terjadi.
Di tengah meningkatnya aktivitas gempa Lombok pada Jumat pagi, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Mohon cermati dan terus berlatih langkah praktis untuk mengantisipasi bahaya gempa bumi,” kata Sumawan. (*)
Editor: Galih Pratama


