Poin Penting
- KB Bank menilai kenaikan BI Rate 5,25 persen berpotensi menaikkan cost of fund perbankan
- KB Bank tetap menjaga pertumbuhan bisnis secara prudent di tengah likuiditas ketat dan volatilitas global
- Perseroan fokus memperkuat dana murah (CASA) untuk menjaga margin bunga bersih (NIM).
Jakarta – Kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,25 persen, dinilai akan membawa tantangan anyar bagi industri perbankan, khususnya biaya dana atau cost of fund.
Meski begitu, PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) memastikan akan tetap menjaga pertumbuhan portofolio bisnis secara prudent.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, mengatakan kenaikan BI Rate merupakan langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta mengantisipasi dinamika pasar global.
“Dari sisi industri perbankan, kenaikan suku bunga acuan berpotensi meningkatkan biaya dana (cost of fund), terutama di tengah likuiditas pasar yang masih ketat dan kompetisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup tinggi,” ujar Kunardy kepada Infobanknews, dikutip Jumat, 29 Mei 2026.
Baca juga: KB Bank Catat Turn Around, NII Tumbuh 97 Persen ke Rp363 Miliar
Ia menambahkan, faktor eksternal seperti volatilitas nilai tukar serta tensi geopolitik global juga menjadi tantangan yang sejatinya perlu dicermati industri perbankan ke depan.
Fokus Kelola Likuiditas
Dalam menghadapi kondisi tersebut, kata Kunardy, KB Bank kata Kunardy, tetap fokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan yang sehat dan profitabilitas melalui pengelolaan likuiditas dan funding secara prudent.
Selain itu, perseroan pun terus memperkuat komposisi dana murah atau current account savings account (CASA), mengoptimalkan transactional banking, dan meningkatkan dana ritel yang dinilai lebih stabil.
Termasuk, melakukan pengaturan tenor deposito secara lebih terukur serta pemantauan aktif melalui Asset Liability Committee (ALCO) dalam memastikan rasio likuiditas seperti liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NSFR) tetap berada di level sehat sesuai ketentuan regulator.
Perihal suku bunga, dia mengatakan bahwa KB Bank bakal melakukan penyesuaian bunga kredit maupun deposito secara bertahap dan selektif.
Baca juga: KB Bank Salurkan Kredit Rp80 Miliar untuk Perkuat Ekspansi PRJ
“Dari sisi funding, suku bunga deposito umumnya akan lebih responsif mengikuti pergerakan pasar,” jelasnya.
Penguatan Dana Murah
Meski demikian, perseroan akan tetap memprioritaskan penguatan dana murah dibandingkan mengandalkan strategi kenaikan bunga deposito secara agresif.
Menurutnya, strategi tersebut berpotensi meningkatkan cost of fund dan menekan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).
Di sisi lain, perseroan masih optimistis target pertumbuhan kredit tahun ini dapat tercapai seiring pipeline bisnis yang terus berkembang dan fokus perusahaan pada pertumbuhan berkualitas.
Adapun terkait kualitas kredit, Kunardy menilai kenaikan suku bunga dan ketidakpastian ekonomi global memang perlu dicermati karena dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur, khususnya pada sektor konsumsi dan UMKM.
Namun hingga saat ini, kualitas aset KB Bank dinilai masih tetap terjaga seiring penerapan prinsip kehati-hatian dan penguatan manajemen risiko secara konsisten.
“KB Bank juga terus melakukan monitoring secara berkala terhadap portofolio kredit, serta menerapkan pendekatan selektif agar pertumbuhan kredit tetap sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


