Poin Penting
- Panduit melihat Indonesia sebagai pasar strategis AI data center di Asia Tenggara.
- Investasi SDM di Indonesia 2,5 kali lebih besar dibanding Malaysia dan Singapura.
- Target pertumbuhan bisnis Panduit Indonesia mencapai 35% pada 2026.
Jakarta – Panduit, perusahaan global asal Amerika Serikat (AS) yang bergerak di bidang solusi infrastruktur kelistrikan, jaringan, dan konektivitas, terus memperluas jangkauan pasar globalnya. Perusahaan ini telah memiliki jaringan di 112 lokasi di seluruh dunia.
Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian serius. Dengan tiga segmen utama, yaitu data center, enterprise, dan manufaktur, Panduit menilai Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan industri data center yang pesat.
“Jadi, Indonesia sebagai satu potensi ekonomi yang terbesar di Asia Tenggara. Juga di antara lokasi yang semua pemain data center tengah beramai-ramai berinvestasi di sini,” ujar Senior Manager Panduit untuk Singapura, Malaysia dan Indonesia, Kevin Choong, saat acara konferensi pers Panduit berjudul “Fondasi Infrastruktur TI untuk Mendukung Implementasi AI di Indonesia” di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Kevin menjelaskan lebih lanjut, Panduit telah beroperasi melayani di Indonesia sejak 25 tahun silam.
Konsumen Panduit di Indonesia pun sudah beragam dan terdiri atas banyak perusahaan-perusahaan ternama, mulai dari sektor perbankan hingga manufaktur otomotif.
Baca juga: Terimbas Dampak Konflik Timteng, Ini Cara Panduit Tekan Lonjakan Harga Jual
Masuknya inovasi artificial intelligence (AI) data center di Indonesia saat ini, turut membuka lebih besar lagi peluang layanan Panduit di Indonesia. Mengingat, AI data center membutuhkan ratusan kali lipat lebih banyak sistem kabel ketimbang segmen enterprise atau manufaktur lainnya.
“Bila Anda pergi ke cyber building di Kuningan, tempat itu mendukung sebagian ekonomi Indonesia. Lalu, data center-data center di Cikarang, investasi dari luar negeri itu bermiliar-miliar USD. Jadi, ini salah satu pendukung ekonomi Indonesia juga,” papar Kevin.
Investasi SDM Lebih Besar di Indonesia
Panduit menilai perkembangan infrastruktur dan edukasi teknologi di Indonesia semakin baik, sehingga menarik minat investor data center. Hal ini juga membuat jumlah karyawan Panduit Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Investasi SDM di Indonesia bahkan mencapai 2,5 kali lipat dibandingkan Malaysia dan Singapura.
“Investasi di Indonesia dari sisi karyawan itu 2,5 kali lipat kalau dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura. Jadi, Panduit sebagai penyedia solusi infrastruktur juga bagian dari investasi industri data center di Indonesia,” sebutnya.
Baca juga: Indonesia Salip Singapura jadi Hub Data Center, Ini Faktor Pendorongnya
Target Pertumbuhan 35 Persen pada 2026
Pada 2026, Panduit Indonesia menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 35 persen secara tahunan. Target ini akan didukung oleh kerja sama dengan salah satu pemain data center global di Batam.
“Jadi, di tengah ekonomi dunia yang cukup menantang saat ini, tanggung jawab kita adalah cari tempat yang kita punya competitiveness. Dan salah satu tempat yang kita bisa tingkatkan pertumbuhan sales cukup lumayan ialah AI data center,” sambung Kevin.
Baca juga: Industri Data Center RI Tumbuh Pesat, Didorong Lonjakan Kebutuhan AI
Selain itu, Kevin juga menyebutkan bahwa sejak masuk ke Indonesia pada 2008, Panduit hanya mengalami dua kali penurunan bisnis akibat persaingan harga yang ketat.
“Tapi kita sudah punya cukup pengalaman untuk mengatasi ini. Sehingga, bahkan pada masa Covid 2020, bisnis kita tak turun, tetap naik. Karena, demand-nya cukup lumayan di Indonesia,” pungkasnya. (*) Steven Widjaja








