Tekanan Eksternal dan Kebijakan Moneter
Fitch juga memperkirakan defisit transaksi berjalan melebar menjadi 0,8 persen PDB pada 2026 akibat melemahnya ekspor neto. Meski cadangan devisa dinilai cukup untuk membiayai sekitar lima bulan transaksi berjalan, risiko arus keluar modal tetap membayangi.
Sentimen investor yang rapuh berpotensi memicu tekanan lanjutan terhadap rupiah dan meningkatkan biaya pinjaman.
Baca juga: Fitch Pertahankan Peringkat Investasi RI Dengan Outlook Stabil
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen sejak September 2025 dengan fokus menjaga stabilitas nilai tukar. Inflasi diproyeksikan tetap dalam target 2,5 ±1 persen, dan suku bunga diperkirakan turun menjadi 4,25 persen pada akhir 2026.
Fitch memperkirakan rasio utang pemerintah meningkat moderat menjadi 41 persen PDB pada 2026, masih di bawah median negara BBB sebesar 57,3 persen. Namun, beban bunga diperkirakan mencapai 17 persen dari pendapatan pemerintah pada 2025, termasuk yang tertinggi di kategori BBB.
Baca juga: Tanggapan Wakil Ketua DEN soal Penurunan Rating Moody’s dan Rebalancing Indeks MSCI
Untuk pertumbuhan, ekonomi Indonesia diproyeksikan stabil di kisaran 5 persen pada 2026–2027, ditopang permintaan domestik dan investasi, termasuk dari Danantara.
“Target pemerintah mencapai pertumbuhan 8 persen pada 2029 dinilai sulit tercapai tanpa reformasi struktural yang signifikan,” ujarnya. (*)
Editor: Yulian Saputra









