Jakarta–Perusahaan Financial Technology (Fintech) peer-to-peer (P2P) Modalku meluncurkan aplikasi mobile alternatif investasi. Aplikasi yang dinamakan Modalku ini menawarkan berbagai kemudahan bagi para pemberi pinjaman atau calon investor.
Semua aktivitas, dari pendaftaran sampai pendanaan dapat dilakukan melalui aplikasi Modalku yang tersedia di iOS App Store dan Google Play Store.
Co-Founder dan CEO Modalku, Reynold Wijaya menjelaskan, melalui aplikasi Modalku pemberi pinjaman Modalku yang telah terdaftar dapat langsung melakukan aktivitas investasi alternatif. Aplikasi Modalku memiliki Fitur Pendanaan Otomatis, di mana pemberi pinjaman dapat mendanai pinjaman Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sesuai preferensi, mulai dari tingkat pengembalian, jangka pinjaman, dan alokasi per pinjaman yang diinginkan.
Fitur ini didesain secara khusus bagi pencari alternatif investasi yang aktif. Dengan pendanaan otomatis, aplikasi Modalku dengan sendirinya menghasilkan pendapatan pasif bagi pemberi pinjaman tanpa harus repot mengurus alokasi dana setiap kali ada alternatif investasiya yang menarik. Fitur pendanaan otomatis juga memudahkan diversifikasi portofolio dan mengontrol risiko.
Selain itu, proses registrasi untuk menjadi pemberi pinjaman juga cepat dan mudah, bahkan sebagian dibuat otomatis. Contoh, saat pengguna mengisi kode pos, secara otomatis akan terisi detail alamat. Aplikasi Modalku juga dilengkapi notifikasi setiap kali pinjaman UKM siap didanai dan pemberitahuan ketika saldo rendah agar pemberi pinjaman tidak kehilangan kesempatan melakukan aktivitas alternatif investasi.
Reynold mengungkapkan, melalui aplikasi terbarunya ini, Modalku menawarkan win-win relationship bagi para nasabah baik UKM di Indonesia maupun pencari alternatif investasi. Menurutnya, skema P2P lending, bila didukung dengan diversifikasi merupakan alternatif investasi yang sangat menguntungkan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Melalui platform kami, pemberi pinjaman dapat mendanai UKM dengan jumlah Rp1 juta per pinjaman. Mereka akan mendapatkan return menarik setiap bulan dengan risiko yang relatif terkontrol sebagai pengembalian. Aplikasi terbaru kami memudahkan dan memperbesar akses ke P2P lending bagi pencari alternatif investasi di lndonesia,” ujarnya, di Jakarta, Rabu, 19 Juli 2017.
Di tempat yang sama Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi menyambut baik peluncuran aplikasi mobile Modalku karena teknologi ini diharapkan akan semakin meningkatkan inklusi keuangan di tanah air, dan sekaligus mendukung perkembangan less cash society atau gerakan masyarakat tanpa uang tunai.
Baca juga: Fintech Berikan Pembiayaan untuk Petani
Hal ini juga sejalan dengan data Asosiasi Penyelenggara Jasa internet Indonesia (APJII) yang menunjukkan bahwa sekitar 73 persen dari trafik lnternet indonesia pada saat ini bersumber dari smartphones dan tablet. Ketersediaan aplikasi mobile Modalku bagi pemberi pinjaman akan memperluas akses masyarakat untuk memberikan pinjaman atau P2P ke Pelaku Usaha Berkebutuhan Khusus (PUBERKU) seperti pelaku UKM.
Modalku menghubungkan UKM dengan pemberi pinjaman yang mencari alternatif investasi lewat pasar digital. Dengan mendanai pinjaman UKM, pemberi pinjaman Modalku mendapatkan instrumen investasi alternatif yang memiliki tingkat return Iebih tinggi dibandingkan deposito dan obligasi.
Modalku sendiri merupakan platform P2P lending dengan penyaluran dana lebih dari Rp215 miliar ke dalam 400 pinjaman UKM. Peluncuran aplikasi Modalku menyusul aplikasi Modalku Dana Usaha yang dikeluarkan Modalku di bulan di Januari 2017 untuk UKM peminjam. Modalku Dana Usaha merupakan aplikasi pinjaman modal usaha pertama Indonesia dan menyediakan pinjaman modal usaha lewat proses cepat, aman, dan user-friendly. (*)
Editor: Paulus Yoga


