Poin Penting
- Bank Jateng dan BUMD Aceh bersinergi memperkuat ekonomi lintas wilayah dan keuangan syariah.
- Kolaborasi fokus pada pembiayaan, transaksi bisnis, dan perluasan akses investasi.
- Kerja sama lintas sektor diyakini mendorong peluang usaha dan daya saing daerah.
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Aceh dalam memperkuat konektivitas ekonomi lintas wilayah dan mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air.
Sinergi besar ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Kantor Gubernur Aceh, beberapa waktu lalu.
Kolaborasi ini tidak hanya mencakup sektor perbankan dan keuangan syariah, tetapi juga mendukung ekosistem usaha di bidang energi, industri, hingga agribisnis.
Dalam kesepakatan tersebut, Bank Jateng berperan sentral dalam penguatan sektor keuangan syariah melalui kolaborasi dengan Bank Aceh.
Sinergi perbankan ini diharapkan mampu memfasilitasi transaksi bisnis dan pembiayaan bagi para pelaku usaha dari kedua provinsi, sekaligus menciptakan ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif dan kokoh.
Baca juga: Bank Jateng Gandeng 40 Pengembang Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan momentum penting bagi Bank Jateng untuk memperluas kemitraan strategis di luar Pulau Jawa.
Menurutnya, Aceh memiliki potensi ekonomi yang luar biasa yang dapat disinergikan dengan kekuatan ekonomi Jawa Tengah.
“Kami memandang kolaborasi ini sebagai jembatan emas bagi pertumbuhan ekonomi kedua daerah. Bank Jateng berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan finansial yang optimal serta solusi perbankan yang inovatif guna mendukung geliat bisnis antara pelaku usaha Jawa Tengah dan Aceh”, ujar Bambang dinukil laman Bank Jateng, Senin, 4 Mei 2026.
Bambang menekankan, sinergi antara Bank Jateng dan Bank Aceh akan berfokus pada penguatan kapasitas daerah serta mempermudah akses investasi.
Baca juga: Gubernur Jateng Minta BPD Perkuat KUR dan Pembiayaan Daerah
“Dengan semangat collaborative government, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Bank Jateng dapat dirasakan manfaatnya secara nyata, baik dalam meningkatkan daya saing daerah maupun dalam mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui rantai nilai ekonomi yang terintegrasi,” tambahnya.
Selain sektor keuangan, kerja sama ini juga melibatkan unit usaha strategis Jawa Tengah lainnya seperti PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan PT Jateng Petro Energi (JPEN).
BUMD Jawa Tengah tersebut berkolaborasi dengan PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) untuk menggarap potensi di sektor energi dan industri berbasis potensi daerah.
Pendekatan kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan efek domino yang positif bagi masyarakat di kedua wilayah.
Melalui keterlibatan aktif Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta asosiasi usaha seperti Kadin dan Hipmi, Bank Jateng optimistis sinergi ini akan melahirkan peluang usaha baru yang kompetitif di tingkat nasional. (*)
Editor: Galih Pratama




