Poin Penting
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa klaim kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat
- Meski masih ada sejumlah tantangan, Purbaya kalimat Indonesia tidak menuju ke arah krisis
- Pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi melalui pengelolaan fiskal yang prudent dan penguatan pertumbuhan ekonomi.
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan tidak sedang menuju krisis.
Purbaya mengatakan pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi melalui pengelolaan fiskal yang prudent, penguatan pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan efektivitas pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.
Menurutnya, berbagai indikator makro menunjukkan perbaikan sehingga menjadi landasan optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan.
Baca juga: Purbaya Bantah Patriot dan Merah Putih Bond jadi Celah Pencucian Uang
“Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Jumat, 3 Juli 2026.
Purbaya menjelaskan pertumbuhan ekonomi merupakan akumulasi dari berbagai aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan yang mampu memperkuat kegiatan ekonomi riil agar manfaat pertumbuhan dapat semakin dirasakan oleh masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran yang terkendali. Sementara itu, pelemahan nilai tukar rupiah dinilai lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar dibandingkan perubahan fundamental ekonomi nasional. Pemerintah bersama otoritas terkait terus menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi dalam Komite Stabilitas qSistem Keuangan (KSSK).
Baca juga: Ekonom Ibaratkan Ekonomi RI Alami Demam dan Skoliosis, Ini Resep Pemulihannya
Purbaya menyatakan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat. Defisit APBN dijaga tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan rasio utang pemerintah masih berada pada tingkat yang aman dibandingkan berbagai negara lain.
“Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang prudent,” jelas Purbaya. (*)
Editor: Galih Pratama


