Poin Penting
- Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen yoy pada kuartal II 2026, melambat dibandingkan kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen
- Nilai PDB kuartal II 2026 tercatat Rp6.552,1 triliun (ADHB) dan Rp3.576,2 triliun (ADHK), dengan industri pengolahan, pertanian, perdagangan, hingga konstruksi
- Sektor pengadaan listrik dan gas mencatat pertumbuhan tertinggi 10,81 persen, disusul akomodasi dan makan minum 10,60 persen serta informasi dan komunikasi 6,97 persen.
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini tercatat melambat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya 5,61 persen yoy.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik M. Edy Mahmud mengatakan, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai Rp6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp3.576,2 triliun.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 bila dibandingkan kuartal II 2025 atau secara year on year tumbuh 5,29 persen,” ujar Edy dalam Rilis BPS, Rabu 5 Agustus 2026.
Baca juga: Airlangga Ungkap 3 Indikator yang Tunjukkan Ekonomi RI Mulai Pulih
Berdasarkan lapangan usaha, secara tahunan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 seluruh lapangan usaha tumbuh positif, kecuali pertambangan.
Edy menjelaskan, lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB, yakni industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan, yang memberikan share sebesar 63,73 persen dari total PDB.
Lapangan usaha dengan pertumbuhan tinggi, yaitu pengadaan listrik dan gas tumbuh sebesar 10,81 persen. Ini didorong oleh peningkatan penjualan listrik untuk hampir seluruh segmen konsumen, utamanya segmen rumah tangga, bisnis, dan industri.
Baca juga: Purbaya Pede Ekonomi RI Kuartal II 2026 Bakal Tumbuh Kuat
Selanjutnya, penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 10,60 persen didorong oleh peningkatan okupansi hotel dan peningkatan kinerja jasa boga sejalan dengan semakin luasnya jangkauan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MGB).
Selain itu, informasi dan komunikasi tumbuh 6,97 persen. Ini didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan jasa telekomunikasi di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan lainnya. (*)
Editor: Galih Pratama


