Poin penting:
- Pemerintah menghentikan penyaluran bansos pada rekening KPM terindikasi judi online.
- Sejumlah rekening digunakan pihak lain, termasuk anak penerima dan pendamping PKH.
- Dinsos Sulsel melakukan pembersihan dan perbaikan data penerima secara by name by address.
Jakarta – Pemerintah menghentikan penyaluran bansos pada rekening keluarga penerima manfaat terindikasi judi online (judol). Langkah ini diambil setelah ditemukan dugaan penyalahgunaan rekening penerima bantuan sosial.
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan Malik Faisal menyebut kasusnya tidak seragam. Menurutnya, ada rekening dipakai transaksi judi online meski pemiliknya tidak bermain.
“Terkait bansos yang ada ter-minate namanya, itu karena terindikasi judol, kasusnya kompleks dan tidak semua sama. Ada yang rekeningnya dipake judol tapi orangnya tidak judol,” kata Malik di Makassar, dikutip Antara, Selasa (11/8).
Baca juga: Bansos PKH dan BPNT Triwulan III Segera Cair, Catat Tanggalnya
Bansos Dihentikan karena Indikasi Penyalahgunaan Rekening
Pemerintah juga menjalankan perbaikan data penerima bansos di Sulawesi Selatan. Langkah itu mencakup pembersihan data penerima yang dinilai sudah tidak layak.
Malik menjelaskan sebagian warga sebenarnya sudah mampu namun masih menerima bantuan. Di sisi lain, ada warga miskin yang bantuannya justru tertunda.
Perbaikan data dilakukan terhadap penerima desil 1 dan 2 yang layak menerima bantuan. Penyaluran mereka sempat ditangguhkan karena masalah penggunaan rekening.
Perbaikan Data Bansos Dilakukan by Name by Address
Malik mencontohkan seorang nenek di Kabupaten Takalar yang rekening bantuannya dipakai anaknya berjudi online. Temuan lain juga muncul pada pendamping Program Keluarga Harapan.
“Ada juga rekening dipakai pendampingnya, karena PKH itu per 10 orang ada 1 pendampingnya, tapi dia penerima juga. Ada juga di Jeneponto seperti itu,” ujarnya.
Menurut Malik, pemerintah kini memperbaiki data secara by name by address. Data tersebut dikirim ke masing-masing kabupaten dan kota untuk diverifikasi.
Bantuan ditransfer langsung pemerintah pusat ke rekening penerima. Pemerintah provinsi hanya menerima data kolektif penerima per daerah.
Temuan Bansos Terindikasi Judol Banyak di Perkotaan
Malik mengatakan persentase kasus belum diketahui secara pasti. Namun, temuan paling banyak berasal dari wilayah perkotaan.
Makassar disebut menjadi daerah dengan temuan terbanyak terkait rekening bansos terindikasi judi online. Perkembangan teknologi di kota dinilai mempercepat akses terhadap aktivitas digital.
“Kalau persentasenya kami tidak tahu, tapi paling banyak temuan di daerah kota, utamanya Makassar karena percepatan teknologi di area kota lebih pesat daripada pedesaan yang teknologinya belum begitu maju, jadi judol itu kebanyakan di perkotaan,” ujar Malik.
Baca juga: Pakar Ingatkan Risiko Kemiskinan Baru Digitalisasi Bansos
Di tengah perbaikan data, jumlah penerima PKH di Sulawesi Selatan justru meningkat. Dinsos mencatat penerima naik dari sekitar 300 ribu keluarga pada Desember 2025 menjadi 311 ribu keluarga saat ini.
“Ada kenaikan KPM sekitar 10 ribuan. Kita tidak tahu apa orang miskinnya yang bertambah atau memang program kuotanya untuk Sulsel bertambah,” katanya.
Kenaikan penerima itu berbeda dengan tren kemiskinan yang menurun. Data BPS menunjukkan angka kemiskinan Sulsel turun dari 7,6 persen menjadi 7,43 persen.
Sementara itu, data mikro DTSN mencatat warga prasejahtera desil 1-5 berkurang dari 4,3 juta menjadi 4,1 juta. Pemerintah menegaskan penyaluran bansos akan terus dievaluasi agar tepat sasaran. (*)
Editor: Galih Pratama


