Poin Penting
- DPR dan pemerintah sepakat defisit APBN 2027 di kisaran 1,8–2,4 persen Produk Domestik Bruto (PDB)
- Pemerintah menegaskan disiplin fiskal: defisit kurang dari 3 persen PDB dan utang kurang dari 60 persen PDB
- Target makro 2027: ekonomi 5,8–6,5 persen, inflasi 1,5–3,5 persen, rupiah Rp16.800–17.500/USD.
Jakarta – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan pemerintah menyepakati target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 di kisaran 1,8-2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan konsisten menjaga disiplin fiskal dengan mengendalikan defisit dan utang dalam level yang aman.
“Pemerintah konsisten menjaga disiplin fiskal dengan mengendalikan defisit dan utang dalam batas aman, yaitu defisit di bawah 3 persen PDB dan utang di bawah 60 persen PDB,” ujar Purbaya dalam raker bersama Komisi XI DPR RI, Kamis, 11 Juni 2026.
Baca juga: Purbaya Tak Revisi Asumsi Makro APBN 2026 Meski Rupiah Tertekan
Untuk menutup defisit anggaran, kata Purbaya, kebutuhan pembiayaan akan dikelola secara inovatif, prudent, dan berkelanjutan untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.
Purbaya juga menyampaikan apresiasi kepaxa Komisi XI DPR RI atas dukungan yang solid selama pembahasan KEM-PPKF Tahun 2027 yang berjalan dinamis dan konstruktif, sehingga menghasilkan komitmen yang kuat untuk mendorong arah kebijakan fiskal tahun 2027 semakin efektif untuk akselerasi pertumbuhan dan kesejahteraan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih atas seluruh masukan, pandangan, dan saran yang telah disampaikan selama pembahasan. Seluruh pandangan tersebut akan menjadi perhatian serius dan akan ditindaklanjuti untuk penyempurnaan kebijakan,” ungkapnya.
Target Inflasi dan Ekonomi 2027
Selain itu, disepakati juga target pertumbuhan ekonomi 2027 pada kisaran 5,8 – 6,5 persen, sebagai transmisi menuju pertumbuhan 8 persen pada 2029.
Baca juga: DPR dan Pemerintah Sepakati KEM-PPKF 2027, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8-6,5 Persen
Untuk itu, pemerintah akan terus memastikan program prioritas berjalan efektif, memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan dan Danantara, serta penguatan iklim investasi melalui deregulasi dan debottlenecking.
Dari sisi stabilitas ekonomi makro, inflasi ditargetkan akan dijaga dalam rentang 1,5-3,5 persen, Suku Bunga Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 Tahun antara 6,5-7,3 persen, dan nilai tukar rupiah dalam rentang Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS. (*)
Editor: Galih Pratama


