Jakarta–Komisi XI DPR meminta penjelasan kepada pemerintah mengenai utang Indonesia dan peruntukannya. Sebab, hingga saat ini utang yang sudah mencapai Rp3.700 triliun tidak berdampak signifikan bagi rakyat miskin. Bahkan, angka kemiskinan malah bertambah.
“Kita tahu utang hanya untuk penelitian, tapi yang menggunakan penelitian juga si pemberi utang. Jadi tidak ada dampak positif yang bisa dirasakan rakyat,” kritik anggota Komisi XI Khaerul Saleh, di Kompleks DPR, Jakarta, Senin 24 Juli 2017.
Dirinya juga mengusulkan agar penggunaan dana-dana yang tidak efektif dan bersumber dari utang dapat diefisiensi, sehingga nantinya tidak memberatkan APBN karena harus menanggung cicilan utang dan bunga yang sebenarnya anggaran tersebut tidak diperlukan.
“Kalau ada pengurangan anggaran pada kementerian lembaga, seharusnya dana-dana yang bersumber pada utang saja yang dikurangi,” kata Khaerul. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More
Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More