Sementara Anggota Komisi XI fraksi PAN Hafidz Thohir juga heran, anggaran yang begitu besar untuk infrastruktur hingga mencapai Rp5500 triliun sejatinya bukan untuk rakyat. “Ini untuk siapa, tidak mungkin itu untuk rakyat miskin. Kalau bicara angka-angka tapi target nggak tercapai buat apa,” tegas Hafidz.
Menurut Hafidz, kegagalan pemerintah dalam mengurangi kemiskinan sebenarnya menafikan yang sudah disepakati dalam pembahasan APBN. Meski pertumbuhan naik, juga tidak membawa efek positif bagi pengurangan kesenjangan.
“Menurut anggaran terbatas seharusnya bisa merubah pos mana yang bisa membangkitkan ekonomi kerakyatan. Dulu Rp100.000 orang bisa belanja dua kantung kresek, sekarang cuma dapat 1 kantung kresek,” jelas Hafidz.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan, utang luar negeri Indonesia sebenarnya hanya sedikit. Utang lebih banyak diterbirkan dalam bentuk surat utang negara yang bisa saja dari dalam negeri maupun luar negeri. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More