“Pertanyaan yang perlu dijawab, kenapa Indonesia perlu belanja yang besar hari ini. Hampir 20 tahun ketersediaan infrastruktur di Indonesia indeknya turun bukan naik. Bahkan pada tahun 1990, indeks ketersediaan infrastruktur hanya 60 persen,” papar Sri Mulyani.
Baca juga: Dana Desa Bisa Turunkan Angka Kemiskinan
Sri Mulyani juga menjelaskan, dengan GDP yang meningkat, infrastruktur tidak bisa mengikuti mobilitas kelas menengah. “Saya rasa yang tinggal di Jakarta sudah bisa melihat kemacetan mengurangi produktifitas,” ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga menyampaikan, ia tidak bisa memilah mana saja uang yang berasal dari utang. Kemudian utang tersebut digunakan untuk apa saja secara detil. Pasalnya, anggaran yang bersumber dari penerimaan dan utang dikumpulkan menjadi satu dalam kas negara. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BPD Bali menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 9-9,5 persen pada 2026 sesuai rencana… Read More
Poin Penting PT Asuransi Sinar Mas resmi memisahkan unit usaha syariah menjadi entitas baru bernama… Read More
Poin Penting OJK menerbitkan POJK 38 Tahun 2025 yang memberi kewenangan mengajukan gugatan untuk melindungi… Read More
Poin Penting TRIPA dan Bank BPD Bali memperbarui kerja sama bancassurance melalui PKS asuransi kebakaran… Read More
Poin Penting JMA Syariah telah memenuhi bahkan melampaui ekuitas minimum asuransi syariah Rp100 miliar sesuai… Read More
Poin Penting BEI akan menunjuk direksi baru periode 2026-2030 seiring berakhirnya masa jabatan direksi periode… Read More