“Pertanyaan yang perlu dijawab, kenapa Indonesia perlu belanja yang besar hari ini. Hampir 20 tahun ketersediaan infrastruktur di Indonesia indeknya turun bukan naik. Bahkan pada tahun 1990, indeks ketersediaan infrastruktur hanya 60 persen,” papar Sri Mulyani.
Baca juga: Dana Desa Bisa Turunkan Angka Kemiskinan
Sri Mulyani juga menjelaskan, dengan GDP yang meningkat, infrastruktur tidak bisa mengikuti mobilitas kelas menengah. “Saya rasa yang tinggal di Jakarta sudah bisa melihat kemacetan mengurangi produktifitas,” ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga menyampaikan, ia tidak bisa memilah mana saja uang yang berasal dari utang. Kemudian utang tersebut digunakan untuk apa saja secara detil. Pasalnya, anggaran yang bersumber dari penerimaan dan utang dikumpulkan menjadi satu dalam kas negara. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN 3 persen dari PDB tetap dipertahankan.… Read More
Poin Penting Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying BBM karena dapat mengganggu distribusi energi.… Read More
Poin Penting Hutama Karya memberikan diskon tarif tol 30 persen di sejumlah ruas Jalan Tol… Read More
Poin Penting KB Bank menyalurkan pembiayaan Rp500 miliar kepada PNM untuk memperluas akses modal bagi… Read More
Poin Penting Riset Sun Life menunjukkan banyak perempuan Indonesia mengelola keuangan rumah tangga, namun belum… Read More