“Sebagai bank besar, sangat disayangkan masih terjadi kasus seperti ini. Apalagi berdasar pernyataan Mabes Polri, kasus ini merupakan kesalahan internal BTN. Mestinya manajemen jangan hanya menyalahkan oknum dan komplotan saja,” kritik politisi Golkar tersebut.
Di sisi lain Anggota Komisi XI lainnya dari PDIP, Andreas Eddy Susetyo menyerang konsep whistleblower yang tak efektif di kasus BTN ini. Apalagi memang transaksi itu terjadi di kantor BTN.
Di tempat yang sama Direktur Utama BTN, Maryono sendiri mengaku, kasus itu justru ulah dari para komploton di luar BTN yang mengatasnamakan BTN. “Mereka menawarkan bunga obligasi tinggi, padahal kami tak tawarkan bunga setinggi itu,” kilahnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BSI tidak memarkir dana pemerintah di SBN, melainkan langsung menyalurkannya ke pembiayaan. Fokus… Read More
Poin Penting Program GERAK Syariah 2026 berhasil menghimpun Rp6,83 triliun, naik 241,5 persen dibanding tahun… Read More
Poin Penting CACI memastikan likuiditas dan stabilitas transaksi tetap terjaga di tengah volatilitas pasar kripto.… Read More
Poin Penting PT Asuransi Jiwa Sequis Life mendorong masyarakat melakukan “reset finansial” pasca-Lebaran untuk memulihkan… Read More
Poin Penting BNI tetap menyediakan layanan perbankan selama libur Paskah 3 April 2026 melalui operasional… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Maybank Indonesia tumbuh 92,9% menjadi Rp8,24 triliun pada 2025. Sektor transportasi… Read More