Poin Penting
- Komisi XI DPR RI dan pemerintah menyepakati KEM-PPKF sebagai dasar penyusunan APBN 2027. Kesepakatan ini mencakup asumsi makro dan target pembangunan nasional tahun 2027
- Pertumbuhan ekonomi ditaget 5,8-6,5 persen pada 2027 dengan inflasi 1,5-3,5 persen, defisit APBN 1,8-2,4 persen, serta nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS
- Target pembangunan 2027 meliputi tingkat pengangguran 4,30-4,87 persen, kemiskinan 6,0-6,5 persen, kemiskinan ekstrem 0 persen, dan GNI per kapita sebesar USD5.800-5.840.
Jakarta – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) bersama pemerintah menyepakati Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, dalam Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Gubernur Bank Indonesia (BI), dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangann (OJK), Kamis, 11 Juni 2026, di Gedung DPR RI, Jakarta.
“Masing-masing Panja sudah menyampaikan dan saya sudah memberikan resume terhadap angka-angka yang dihasilkan oleh Panja, apakah bisa disepakati dengan pemerintah?,” tanya Misbakhun kepada pemerintah.
Baca juga: Purbaya Lapor APBN Defisit Rp180,4 Triliun pada Mei 2026
“Kami bisa menerima dan setuju dengan apa yang disampaikan,” jawab Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan mewakili pemerintah.
“Hasil rapat Panja telah disepakati dan disetujui antara Komisi XI dengan pemerintah,” ucap Msibakhun sambil mengetuk palu.
Purbaya mengatakan, hasil kesepakatan tersebut akan menjadi perhatian serius yang akan ditindaklanjuti untuk penyempurnaan kebijakan fiskal negara.
“Selama pembahasan KEM-PPKF tahun 2027 berjalan dinamis dan konstruktif sehingga menghasilkan komitmen yang kuat untuk mendorong arah kebijakan fiskal tahun 2027 semakin efektif untuk akselerasi pertumbuhan dan kesejahteraan,” ucap Purbaya.
Baca juga: BKPM Ungkap 2 Faktor yang Membuat RI Makin Menarik bagi Investor AI
Berikut Asumsi Dasar Makro dalam KEM-PPKF Tahun 2027:
- Pertumbuhan ekonomi: 5,8-6,5 persen
- Defisit: 1,8-2,40 persen
- Inflasi: 1,5-3,5 persen
- Nilai tukar rupiah: Rp16.800-Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS)
- Suku bunga SBN 10 Tahun: 6,5-7,3 persen
Sasaran dan Indikator Pembangunan 2027
- Tingkat pengangguran terbuka: 4,30-4,87 persen
- Tingkat kemiskinan: 6,0-6,5 persen
- Tingkat kemiskinan ekstrem: 0 persen
- Indeks Modal Manusia: 0,575 persen
- Indeks Kesejahteraan Petani: 0,803 persen
- Gross National Income (GNI) per kapital: USD5.800-5.840. (*)
Editor: Galih Pratama


