Poin Penting
- DPK perbankan pada Maret 2026 Rp9.658,5 triliun, tumbuh 10,7 persen yoy, ditopang giro, tabungan, dan deposito
- Pertumbuhan DPK dipimpin korporasi (18,8 persen yoy), diikuti nasabah lainnya dan perorangan.
- Sementara realisasi kredit Rp8.516 triliun, tumbuh 8,9 persen yoy, dengan suku bunga kredit dan simpanan menurun.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada Maret 2026 tercatat Rp9.658,5 triliun atau tumbuh 10,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Ini lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh 9,2 persen (yoy).
Berdasarkan data analisis perkembangan uang beredar yang diterbitkan BI, perkembangan tersebut didorong oleh seluruh komponen DPK, yaitu giro, tabungan, dan simpanan berjangka yang tumbuh masing-masing sebesar 21,2 persen (yoy), 8,4 persen (yoy), dan 4,4 persen (yoy).
Berdasarkan golongan nasabah, perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi, perorangan, dan nasabah lainnya yang tumbuh masing-masing sebesar 18,8 persen (yoy), 2,4 persen (yoy), dan 10,6 persen (yoy).
Baca juga: OJK: Likuiditas Valas Perbankan Memadai untuk Kebutuhan Utang Luar Negeri Korporasi
Sementara itu, kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Maret 2026 tumbuh positif. Penyaluran kredit pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp8.516,0 triliun atau tumbuh stabil dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 8,9 persen (yoy).
Realisasi kredit yang positif tersebut didorong oleh penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan yang tumbuh masing-masing sebesar 14,0 persen (yoy) dan 3,0 persen (yoy).
Adapun berdasarkan jenis penggunaan, kredit modal kerja (KMK) pada Maret 2026 tumbuh sebesar 4,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,7 persen (yoy).
Perkembangan KMK pada Maret 2026 terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan penyaluran kredit pada sektor industri pengolahan dan sejenisnya serta sektor pengangkutan dan komunikasi.
Kemudian, pertumbuhan Kredit Investasi (Kl) pada Maret 2026 tetap tinggi sebesar 20,0 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya. Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan pada sektor konstruksi serta sektor pengangkutan dan komunikasi.
Baca juga: BI Guyur Insentif Likuiditas ke Perbankan Rp427,9 T hingga Awal April 2026
Selanjutnya, pada Maret 2026, suku bunga kredit dan suku bunga simpanan mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada Maret 2026 sebesar 8,73 persen, menurun dibandingkan suku bunga kredit bulan sebelumnya sebesar 8, 78 persen.
Suku bunga simpanan berjangka juga menurun terutama pada tenor 12 bulan dan 24 bulan, masing-masing sebesar 4,46 persen dan 4,12 persen, dibandingkan dengan 4,50 persen dan 4,28 persen pada Februari 2026. (*)
Editor: Galih Pratama




