Jakarta – PT Phapros Tbk mengaku, bahwa pada tahun ini perseroan telah mengalokasi dana kemitraan berkelanjutan untuk mendukung akses permodalan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Direktur Utama Phapros, Hadi Kardoko mengatakan, perseroan akan terus mendukung kebutuhan permodalan UMKM melalui penyaluran dana kemitraan yang dilakukan secara bertahap yang sekaligus sebagai tanggung jawab sosial perseroan.
Hadi merinci, pada tahap kedua penyaluran dana kepada UMKM nilainya sebesar Rp1,27 miliar yang diharapkan bisa menjadi stimulus bagi pengembangan usaha di Semarang, Jawa Tengah saat kondisi pandemi Covid-19. Pada tahap pertama, dana kemitraaan untuk permodalan UMKM dilakukan pada Juli 2020.
“Peran UMKM sangat vital dalam mendukung terwujudnya iklim pemerataan ekonomi dan peningkatan serta perluasan lapangan kerja yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam skala daerah dan nasional,” ucap Hadi.
Selanjutnya, dukungan permodalan kepada UMKM untuk tahap ketiga akan dilakukan pada Desember 2020. Dengan alokasi dana kemitraan berkelanjutan untuk mendukung akses permodalan UMKM ini, diharapkan para mitra UMKM memiliki wadah untuk bisa mendapatkan referensi dan pengetahuan tambahan dalam mengembangkan usahanya.
“Phapros berkomitmen melakukan pendampingan dan pembinaan bagi UMKM. Sehingga, para mitra ini bisa mendapatkan referensi untuk pengembangan usaha,” tutupnya. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More