Lampung–PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan perusahaan swasta untuk mengembangkan perekonomian para petambak udang di Provinsi Lampung. Melalui kerja sama tiga pihak tersebut, para petambak memperoleh kepastian pembiayaan dan pasar yang dapat menampung udang hasil panen mereka.
BNI juga memperluas jaringan hingga lebih mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat petambak udang dengan mengangkat BUMDes sebagai Agen-agen Lakupandai BNI.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BNI dengan pihak swasta dalam hal ini perusahaan pengembang tambak udang (PT Central Proteina Prima/ CPP) dan BUMDes Negeri Jaya Empat Enam dilaksanakan di Lampung Timur, Lampung, Selasa, 18 Oktober 2016. Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Eko Putro Sandjojo dan Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto.
Pada kesempatan yang sama, BNI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petambak atau BUMDes untuk memastikan jalannya usaha pertambangan udang di level bawah. Sementara untuk meningkatkan kapasitas BUMDes, BNI juga memberikan sertifikat pengangkatan BUMDes tersebut sebagai Agen46, atau agen Laku Pandai yang dikembangkan oleh BNI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengembangan literasi dan inklusi keuangan di daerah yang memiliki akses terbatas ke lembaga keuangan. (Selanjutnya : Penyaluran KUR BNI mencapai 9,58 triliun..)
Jakarta - Implementasi asuransi wajib bencana di Indonesia membutuhkan sejumlah elemen kunci dan kondisi pendukung agar… Read More
Poin Penting Singapura memperketat skrining bandara dengan pemeriksaan suhu bagi penumpang dari wilayah terdampak virus… Read More
Poin Penting Airlangga menilai trading halt BEI sebagai momentum reformasi regulasi pasar modal. Pembahasan reformasi… Read More
Poin Penting OJK bersama SRO terus mengkaji kesesuaian proposal pasar saham domestik dengan ketentuan MSCI… Read More
Poin Penting DPK perbankan tumbuh 10,4 persen menjadi Rp9.467,6 triliun per Desember 2025, didorong giro… Read More
Poin Penting Risiko kerugian bencana alam di Indonesia mencapai Rp20 triliun-Rp50 triliun per tahun, dengan… Read More