Poin Penting
- Direktur REAL, Sjafardamsah, membeli 2 juta saham sebagai kepemilikan perdana sejak menjabat.
- Aksi beli saham oleh direksi kerap dipandang sebagai sinyal positif atas prospek dan valuasi perusahaan.
- REAL tengah memperluas bisnis ke properti digital dan infrastruktur teknologi, termasuk peluang dari pertumbuhan pusat data.
Jakarta – Di tengah tantangan industri properti yang masih dibayangi tingginya suku bunga dan perlambatan daya beli, aksi korporasi yang dilakukan jajaran manajemen sering kali menjadi perhatian investor. Hal itu terlihat dari langkah Direktur PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL), Sjafardamsah, yang memborong 2 juta saham Perseroan.
Pembelian saham yang dilakukan pada 22 Juni 2026 tersebut menjadi sorotan karena merupakan kepemilikan perdana Sjafardamsah sejak menjabat sebagai direktur. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis dan arah pengembangan Perseroan ke depan.
Dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menyebutkan transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.
“Transaksi dilakukan untuk tujuan investasi dengan kepemilikan saham secara langsung,” tulis manajemen REAL dalam keterbukaan informasi, dikutip pada Rabu, 24 Juni 2026.
Baca juga: Perkuat Ekspansi Bisnis, Emiten REAL Gandeng Riscon Group Garap Hunian MBR
Setelah transaksi tersebut, Sjafardamsah tercatat memiliki 2 juta saham atau setara 0,03 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Sebelumnya, ia tidak memiliki kepemilikan saham di perusahaan.
Kerap Dianggap Sinyal Positif
Bagi pelaku pasar, aksi beli saham oleh direksi bukan sekadar transaksi biasa. Langkah tersebut sering dipandang sebagai indikator bahwa pihak internal melihat adanya potensi pertumbuhan dan valuasi yang masih menarik pada masa mendatang.
Pembelian saham oleh manajemen umumnya memberikan pesan bahwa pihak yang paling memahami kondisi perusahaan memiliki keyakinan terhadap prospek usaha yang sedang dijalankan.
Baca juga: BTN dan Repower Tawarkan KPR dengan Subsidi Angsuran dan Bunga
Fokus Kembangkan Properti Digital
Dalam kasus REAL, optimisme tersebut sejalan dengan strategi perusahaan yang tidak hanya fokus mengembangkan proyek hunian dan komersial, tetapi juga mulai menggarap peluang di sektor properti digital dan infrastruktur teknologi.
Manajemen REAL menegaskan bahwa Perseroan terus memperkuat portofolio bisnisnya melalui pengembangan properti konvensional sekaligus menjajaki segmen baru yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
“Perseroan terus fokus pada pengembangan portofolio properti hunian dan komersial sambil mengeksplorasi peluang pertumbuhan di segmen properti digital dan infrastruktur teknologi,” terang manajemen.
Strategi diversifikasi tersebut menjadi menarik mengingat tren kebutuhan infrastruktur digital, termasuk pusat data (data center), terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital di Indonesia.
Baca juga: Indonesia Salip Singapura jadi Hub Data Center, Ini Faktor Pendorongnya
Peluang ini membuka ruang pertumbuhan baru bagi emiten properti yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar. (*) Alfi Salima Puteri


