Poin Penting
- Prudential Indonesia memperkuat strategi ESG melalui perlindungan kesehatan, investasi bertanggung jawab, dan bisnis berkelanjutan
- Sepanjang 2025, Prudential menurunkan emisi hampir 17 persen, mengurangi konsumsi air 67 persen, dan menanam 25.300 mangrove sejak 2022.
- Prudential Syariah memperluas literasi keuangan bagi 15 juta masyarakat serta mengedukasi publik soal dampak sampah plastik dan mikroplastik.
Jakarta – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memperkuat penerapan strategi keberlanjutan dalam setiap aspek bisnisnya. Strategi ini diimplementasikan melalui tiga pilar utama, yakni perlindungan kesehatan dan finansial, investasi yang bertanggung jawab, serta praktik bisnis berkelanjutan.
Dalam Laporan Keberlanjutan 2025, Prudential Syariah memaparkan sejumlah inisiatif strategis dalam mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG). Lewat laporan ini Prudential Indonesia berkontribusi aktif dalam mendorong pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Sepanjang 2025, Prudential Indonesia menyebut berhasil meraih sejumlah pencapaian. Sebut saja penurunan emisi hampir 17 persen di kantor pusat dan kantor pemasaran di 6 kota, penurunan total konsumsi air sebesar 67 persen pada kebutuhan operasional di gedung tempat Prudential Indonesia beroperasi.
Baca juga: OJK: Kanal Bancassurance Kuasai 40,4 Persen Premi Industri Asuransi Jiwa
Adapun sejak 2022, Prudential Indonesia sudah melakukan penanaman 25.300 pohon mangrove. Perusahaan asuransi ini juga memperkuat berbagai program community investment, yang sudah menjangkau 458.516 penerima manfaat.
Prudential Syariah juga memperluas peningkatan literasi keuangan kepada 15 juta anggota masyarakat, termasuk 6.400 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Selain itu, ada juga program Desa Maju Prudential yang sudah memberi dampak nyata bagi 18.000 penerima manfaat.
“Di Prudential Indonesia, kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang memastikan masyarakat memiliki akses terhadap perlindungan kesehatan dan finansial yang lebih baik,” jelas Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, dalam keterangan resmi, Senin, 18 Mei 2026.
Karin melanjutkan, lewat berbagai inisiatif yang dijalankan, Prudential Indonesia mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari komitmen ESG, hari ini Prudential Syariah juga mengadakan program edukasi keberlanjutan bertajuk “The Impact of Plastic Waste On Our Health and Earth: What Can We Do?”. Acara ini dikemas dalam format diskusi yang melibatkan karyawan, tenaga pemasar, nasabah, dan masyarakat.
Baca juga: Prudential Syariah Dukung Spin Off UUS Asuransi demi Perluas Pasar Syariah
Tema yang diangkat mengupas kondisi terkini laut dan sampah plastik di Indonesia, serta dampak mikroplastik terhadap keseharian. Kegiatan ini menghadirkan Benedict Wermter, pegiat lingkungan asal Jerman yang dikenal sebagai Bule Sampah. Pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
Mengacu data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah nasional mencapai lebih dari 68 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut sebanyak 17 persen di antaranya adalah sampah plastik.
“Menanggulangi masalah sampah plastik dan mikroplastik memerlukan kolaborasi secara kolektif untuk mengubah kebiasaan sederhana,” tegas Benedict. (*) Ari Astriawan


