Transformasi Energi dan Inovasi Teknologi
Dalam RUPST 2024, Pertamina EP menegaskan arah transformasi melalui digitalisasi operasional, penerapan teknologi pengeboran canggih, serta pengembangan proyek penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS/CCUS) sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip ESG (environmental, social, and governance).
Baca juga: Dukung Ketahanan Energi dan Pangan, SKK Migas-Pertamina EP Lakukan Ini
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pertamina EP, Muhamad Arifin mengatakan, keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi West Beluga di wilayah kerja Donggi Matindok menjadi pencapaian penting dalam membuka potensi migas baru di kawasan lepas pantai Sulawesi.
Menurutnya, penggunaan metode piling untuk pemasangan casing dan pipa konduktor memangkas waktu dan biaya operasi secara signifikan.
“Terobosan ini memberi kami keunggulan dalam menavigasi tantangan industri migas global yang semakin kompetitif,” pungkasnya.
Kinerja Keuangan Melesat
Sejalan dengan transformasi tersebut, kinerja keuangan Pertamina EP turut mencatatkan hasil impresif. Pada tahun buku 2024, perusahaan meraih laba sebesar USD483 juta atau setara Rp7,91 triliun (kurs Rp16.382 per dolar AS).
Raihan laba ini tumbuh 125 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan capaian tahun sebelumnya. (*)
Editor: Yulian Saputra









