Poin Penting
- Bank Perekonomian Rakyat Tata Asia mencetak laba 2025 sebesar Rp14,51 miliar, naik lebih dari 12 kali lipat dari tahun sebelumnya
- Aset, kredit, dan DPK tumbuh kuat masing-masing 89 persen, 97 persen, dan 72 persen sepanjang 2025
- Kinerja juga membaik dengan BOPO turun ke 83,22 persen, NPL 1,58 persen, dan CAR solid di 26,02 persen.
Jakarta — Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tata Asia (Bank Tata Asia) berhasil membukukan kinerja keuangan impresif sepanjang tahun 2025: laba, aset, kredit, hingga DPK tumbuh signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2025, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp14,51 miliar, meningkat lebih dari 12 kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,19 miliar.
“Lonjakan laba ini terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan operasional yang signifikan,” ujar TB Frandy Priya Purwanto, Direktur Utama Bank Tata Asia, dalam keterangannya, Selasa (23/6).
Baca juga: 305 BPR Sabet Penghargaan The Finance Top 100 BPR 2026
Menurut Frandy, pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi ekspansi kredit yang agresif dan optimalisasi pendapatan non-bunga. “Ini membuktikan kepercayaan nasabah dan fundamental bisnis Bank Tata Asia yang terus menguat di tengah dinamika ekonomi nasional,” ujarnya.
Frandy optimistis, tren pertumbuhan tersebut dapat berlanjut di tahun 2026. “Bank Tata Asia akan terus fokus pada penyaluran kredit produktif dan konsumtif yang berkualitas, didukung dengan penguatan digitalisasi layanan untuk menjangkau lebih banyak segmen pasar, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya,” tuturnya.
Dalam catatan Infobank, pertumbuhan kinerja Bank Tata Asia didukung oleh peningkatan signifikan pada aset produktif. Nilai aset Bank Tata Asia per 31 Desember 2025 mencapai Rp712,43 miliar, atau tumbuh 89 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp376,79 miliar.
Selain itu, kredit tumbuh 97 persen di mana penyaluran kredit yang diberikan (gross) naik hampir dua kali lipat menjadi Rp449,73 miliar pada tahun 2025, dibandingkan Rp229,09 miliar pada tahun sebelumnya.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga berhasil dikerek naik 72 persen secara tahunan, dari Rp324,12 miliar pada 2024 menjadi Rp554,09 miliar pada 2025, dengan komposisi deposito dan tabungan yang seimbang.
Baca juga: Perbarindo Dorong BPR/BPRS Perkuat Tata Kelola di Tengah Disrupsi Teknologi AI
Dari sisi efisiensi, Bank Tata Asia juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang membaik menjadi 83,22 persen pada 2025 dari 95,15 persen di 2024.
Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL neto tercatat sebesar 1,58 persen pada tahun 2025, masih dalam batas yang dapat dikelola dengan baik. Hal ini mencerminkan peningkatan produktivitas dan pengendalian biaya yang lebih baik.
Sementara itu, Rasio Kecukupan Modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap terjaga solid di angka 26,02 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator, mengindikasikan permodalan yang sangat kuat untuk mendukung pertumbuhan usaha ke depan. (*) DW


