Poin Penting
- Saham BBCA menjadi penopang utama perdagangan IHSG dengan kontribusi 79,63 poin, diikuti BMRI, SMMA, DSSA, dan BREN
- Frekuensi transaksi harian naik 4,14 persen dan volume transaksi meningkat 7,46 persen, meski nilai transaksi turun 7,07 persen
- Investor asing mencatat net buy Rp287,84 miliar pada Jumat (12/6), namun masih net sell Rp67,34 triliun secara ytd 2026.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sepanjang periode perdagangan 8-12 Juni 2026. Indeks melonjak 7,38 persen dan ditutup di level 6.007,65, dibandingkan posisi 5.594,76 pada pekan sebelumnya.
Sejalan dengan kenaikan IHSG, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami peningkatan sebesar 7,31 persen menjadi Rp10.524 triliun, dari Rp9.807 triliun pada pekan lalu.
Di tengah tren positif tersebut, BEI merangkum lima saham yang menjadi top leaders atau kontributor utama yang mendorong penguatan IHSG selama sepekan terakhir, yakni:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memberikan 79,63 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 16,75 persen
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang 28,17 poin ke IHSG, dengan kenaikan harga saham 9,38 persen
- PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) memberikan 24,26 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 17,5 persen
- PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang kenaikan IHSG 18,96 poin, dengan harga saham yang menguat 35,25 persen
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memberikan 18,08 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 13,65 persen.
Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian selama periode 8–12 Juni 2026 turut meningkat 4,14 persen menjadi 2,51 juta kali transaksi, dibandingkan 2,41 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Kinerja positif juga tercermin dari rata-rata volume transaksi harian yang naik 7,46 persen menjadi 36,14 miliar lembar saham, dari sebelumnya 33,63 miliar lembar saham.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan 7,07 persen menjadi Rp25,06 triliun, dibandingkan Rp26,97 triliun pada pekan sebelumnya.
Dari sisi aktivitas investor asing, pada perdagangan Jumat (12/6) tercatat aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp287,84 miliar. Namun secara year-to-date (ytd) 2026, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp67,34 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


