Poin Penting
- Musisi Amelia Ong debut di panggung BRI Jazz Gunung Slamet 2026 sebagai pembuka festival di kampung halamannya, Purwokerto.
- Amelia menutup penampilannya dengan lagu “Ibu Pertiwi” sebagai pesan untuk meningkatkan kesadaran menjaga alam.
- BRI Jazz Gunung Series 2026 akan berlanjut di Jazz Gunung Bromo pada 24-25 Juli 2026, menghadirkan deretan musisi nasional dan internasional.
Jakarta – Penyanyi jazz Amelia Ong untuk pertama kalinya tampil di panggung BRI Jazz Gunung Slamet 2026. Musisi asal Purwokerto itu dipercaya menjadi pembuka konser dengan membawakan sejumlah lagu, termasuk beberapa materi baru yang disiapkan khusus untuk Jamaah Al-Jazziyah.
Meski hujan sempat mengguyur area konser, Amelia Triwardani bersama para personel ensembelnya tetap tampil penuh semangat. Penampilan tersebut sekaligus menjadi momen reuni bagi para musisi yang telah lama berkolaborasi.
“Kami tadi sudah memberikan yang sangat-sangat terbaik, apalagi ini juga seperti reunian juga buat kita. Jadi tadi itu senang banget, kami have fun, dan kami bawain banyak lagu yang eksklusif yang baru, jadi kami happy banget,” ujar Amelia kepada awak media usai tampil.
Baca juga: Nonaria Hidupkan Suasana BRI Jazz Gunung Slamet 2026 usai Diguyur Hujan
Bagi Amelia, tampil di BRI Jazz Gunung Slamet menjadi momen yang sangat personal. Setelah bertahun-tahun berkarier di industri musik, ia akhirnya mendapat kesempatan tampil di panggung besar di kota kelahirannya.
“Ya bangga dong, bangga banget. Seperti tadi aku bilang di stage kan, aku sudah lama di dunia musik juga, tapi gak percaya, maksudnya bahwa kami baru pertama kali main di panggung besar di kota sendiri kali ini, setelah aku sudah berusia 30 sekian kan sekarang. Jadi bangga banget rasanya apalagi kayak grounding aja. Grounding banget bisa balik ke kota sendiri kelahiran sendiri dan bisa kasih talenta kami,” bebernya.
Selipkan Lagu Ibu Pertiwi sebagai Pesan Menjaga Alam

Di penghujung penampilannya, Amelia membawakan lagu Ibu Pertiwi sebagai bentuk penghormatan kepada alam yang menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Jazz Gunung. Menurutnya, festival yang digelar di tengah alam semestinya juga menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan.
“Aku percaya banget kalau kita lagi bikin suatu event di tengah-tengah alam, itu penting banget juga kita kasih sesuatu ke alam, karena yang menyediakan semua, dari venue, maksudnya tempat dan acara, itu kan alam sendiri. Yang lebih pentingmya juga adalah sekarang-sekarang ini kesadaran tentang menjaga alam ini lagi kurang, dan aku tahu sebenarnya sekarang generasi yang muda-muda lagi fight banget untuk naikin kesadaran untuk menjaga bumi ini, negara Indonesia ini, jadi tadi aku selipin lagu Ibu Pertiwi,” imbuhnya.
Jazz Gunung Padukan Musik, Alam, dan Pariwisata
Jazz Gunung Indonesia merupakan penyelenggara festival musik etnik bertaraf internasional yang diprakarsai Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan almarhum Djaduk Ferianto.
Melalui rangkaian Jazz Gunung Series, penyelenggara menghadirkan pertunjukan musik di berbagai kawasan pegunungan Indonesia dengan mengangkat potensi pariwisata, budaya, dan kearifan lokal di setiap daerah.
Tahun ini, BRI Jazz Gunung Series mengusung tema “Jazz-tination”, yang memadukan musik jazz dengan destinasi wisata unggulan Indonesia.
Selain Amelia Ong, BRI Jazz Gunung Slamet 2026 juga dimeriahkan oleh Nonaria, Emptyyy, Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar, dan Mocca.
Baca juga: Guncang Banyumas! Amelia Ong hingga Mocca Sukses Meriahkan BRI Jazz Gunung Slamet 2026
Sementara itu, BRI Jazz Gunung Bromo akan digelar pada 24-25 Juli 2026 di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo dengan menghadirkan sederet musisi nasional dan internasional, antara lain Ali, Bilal Indrajaya, Isyana Sarasvati, Eva Celia, Teza Sumendra, Nesia Ardi, Littlefingers, Ring of Fire feat. Simone Prattico (Italia) & Sri Hanuraga, Plutato feat. Cait Lin (Taiwan), Simone Prattico Java Collective feat. Sri Hanuraga & Kevin Yosua, serta Watchdog (Prancis).
Jazz Gunung Beri Dampak bagi Ekonomi dan Pariwisata
CEO Jazz Gunung Indonesia sekaligus Ketua Harian Forum Jazz Indonesia, Bagas Indyatmono, mengatakan proses kurasi tahun ini dilakukan secara matang dengan memberi ruang lebih besar bagi regenerasi musisi jazz Indonesia.
Hal senada disampaikan Ketua Badan Pengawas Forum Jazz Indonesia, Chico Hindarto. Menurutnya, perkembangan musisi jazz Indonesia semakin positif sehingga membutuhkan lebih banyak ruang tampil agar referensi musik jazz nasional terus berkembang.
Pada penyelenggaraan tahun ini, BRI kembali menjadi Official Banking Partner dan melanjutkan komitmen dukungan terhadap Jazz Gunung selama tiga tahun.
Direktur Network dan Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“BRI percaya bahwa festival berbasis budaya seperti Jazz Gunung memiliki multiplier effect yang besar, tidak hanya bagi pelaku industri kreatif, tetapi juga bagi masyarakat lokal dan sektor pariwisata. Melalui kolaborasi ini, BRI ingin terus hadir mendukung ruang-ruang kreatif yang mampu mengangkat potensi Indonesia ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Baca juga: Bukan Sekadar Festival Musik, BRI Jazz Gunung Series 2026 Hadirkan Pengalaman Jazz di Atas Pegunungan
Sementara itu, Founder Jazz Gunung Indonesia Sigit Pramono menegaskan bahwa penyelenggaraan Jazz Gunung kini telah berkembang melampaui sekadar konser musik.
“Yang kami lakukan sudah beyond jazz, stakeholders yang terlibat dalam BRI Jazz Gunung Series tidak hanya sebatas konser musik belaka, tetapi juga para pelaku ekonomi kreatif, pariwisata, UMKM, komunitas lokal, hingga masyarakat setempat yang berperan aktif dalam menggerakkan dan menghidupkan ekosistem kegiatan ini,” ujarnya.
Baca juga: BRI Jazz Gunung Slamet 2026 Sediakan Shuttle Bus Gratis, Ini Titik Jemput dan Jadwalnya
Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata RI, Ni Komang Ayu Astiti, mengapresiasi penyelenggaraan BRI Jazz Gunung Series karena dinilai memberikan dampak ekonomi sekaligus mendorong sektor pariwisata di daerah penyelenggaraan.
Menurutnya, keberhasilan Jazz Gunung juga menjadi inspirasi bagi pengembangan event serupa di berbagai daerah. Terlebih, festival ini berhasil meraih penghargaan Green Event of the Year 2025 sebagai bentuk komitmen terhadap penyelenggaraan acara yang berkelanjutan. (*)


