Poin Penting
- BRI Jazz Gunung Slamet 2026 sukses digelar di Wana Wisata Baturraden dan dihadiri ribuan penonton.
- Mocca, Nonaria, Emptyyy, Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar, dan Amelia Ong sukses memeriahkan panggung BRI Jazz Gunung Slamet 2026.
- BRI Jazz Gunung Series 2026 akan berlanjut di BRI Jazz Gunung Bromo pada 24-25 Juli 2026, menghadirkan deretan musisi nasional dan internasional.
Banyumas – Kemeriahan luar biasa menutup akhir pekan di kawasan wisata alam kaki Gunung Slamet, Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. PT Jazz Gunung Indonesia sukses menggelar konser tahunan bergengsi BRI Jazz Gunung Slamet 2026 yang berlangsung di destinasi wanawisata tak jauh dari pusat kota Purwokerto, Sabtu (27/6).
Berlokasi di area terbuka hijau Wana Wisata Baturraden, festival ini sukses menyedot antusiasme ribuan pengunjung yang rindu akan hiburan musik berkualitas dan edukatif.
Melanjutkan kesuksesan dua tahun lalu, Jazz Gunung Slamet kini telah resmi menjadi agenda rutin ikonik dari kawasan pegunungan Baturraden yang berada di lereng Gunung Slamet. Tak hanya menyajikan pertunjukan musik jazz, festival yang mengusung konsep “Jazz-tination” ini juga menawarkan pengalaman wisata yang memadukan budaya, alam, dan kuliner khas Banyumas.
Rangkaian keseruan dimulai menjelang petang lewat penampilan Amelia Ong. Penyanyi jazz kebanggaan asal Purwokerto ini bersama ensembelnya sukses menjadi artis pembuka (opening act) konser. Penampilannya berhasil memanaskan panggung meski sempat diguyur hujan pada awal acara.
Suasana Wana Wisata Baturraden semakin membara berkat penampilan interaktif dari grup musik Nonaria. Band yang memiliki kepanjangan Nona-nona Ceria dengan dua personel di antaranya Nesia Ardi (vokalis) dan Nanin Wardhani (piano) berhasil menghidupkan suasana konser yang sempat diguyur hujan deras.
Nesia dan Nanin tampil anggun dan kerap melontarkan candaan yang mengundang tawa penonton. Nesia bahkan sempat turun dari panggung untuk bernyanyi dan menari bersama penonton saat membawakan lagu Sebusur Pelangi. Nonaria juga membawakan sejumlah lagu populer, seperti Juwita Malam, Aryati, Santai, Maling Jemuran, dan Hari Bahagia.
Baca juga: Nonaria Hidupkan Suasana BRI Jazz Gunung Slamet 2026 usai Diguyur Hujan
Memasuki sepertiga awal malam, penonton dibuat semakin bersemangat oleh penampilan Emptyyy. Trio jazz-rock asal Jakarta itu tampil memukau dengan membawakan set penuh dari materi album perdana mereka, menyuguhkan perpaduan harmoni jazz progresif, energi rock yang dinamis, serta lanskap suara yang atmosferik.
Selanjutnya, penonton disuguhi penampilan Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar. Aksi panggung grup musik yang dipimpin Kevin Yosua itu menyajikan pertunjukan jazz kental yang memukau. Ensembel ini membawakan karya-karya abadi maestro musik Indonesia, seperti lagu “Persembahanku” dari Ismail Marzuki, “Sabda Alam”, “Selendang Sutera” “Sepanjang Jalan Kenangan”, hingga “Halo-Halo Bandung” yang dikemas dalam balutan aransemen jazz sextet modern.
Kemudian, penampilan penutup yang paling dinanti, yaitu grup musik indie legendaris asal Bandung, Mocca, yang sukses mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama di bawah langit malam Gunung Slamet.
Tampil dengan formasi lengkap, Arina Ephipania dan kawan-kawan menjadi artis penutup yang manis dengan mengajak ribuan penonton bernostalgia lewat lagu-lagu andalan seperti Secret Admirer, Me & My Boyfriend, dan I Remember. Suasana malam yang dingin di lereng Gunung Slamet pun berubah hangat ketika seluruh penonton bernyanyi bersama.
“Terima kasih kepada seluruh penonton, para musisi, sponsor, panitia, dan semua pihak yang telah membuat Jazz Gunung Slamet tahun ini berjalan luar biasa. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan Jazz Gunung bisa terus tumbuh, menghadirkan kebahagiaan sekaligus manfaat bagi masyarakat dan ekonomi lokal,” ujar Sigit Pramono, Penggagas Jazz Gunung Indonesia.
Menutup sambutannya, Sigit mengajak para penikmat Jazz Gunung yang ia sebut sebagai “Jamaah Al-Jazziyah” untuk kembali berkumpul di Jazz Gunung Bromo di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Kabupaten Probolinggo, pada akhir pekan keempat Juli 2026.
“Untuk Jamah Al-Jazziyah tanggal 24-25 Juli Anda bisa berkunjung menyaksikan Jazz Gunung Bromo. Kemudian sekali lagi saya ingin menyampaikan terima kasih kepada yang punya tempat ini. Kami ada keinginan ekonomi terus bertumbuh untuk kita semua. Dan sekali lagi kami ingin menyebarkan berita yang positif untuk negeri ini,” pungkas Sigit yang juga mantan bankir yang pernah menjabat Direktur Utama BNI (2003-2008).
Sebagai informasi, BRI Jazz Gunung Bromo 2026 akan menghadirkan sederet musisi nasional dan internasional seperti Ali, Bilal Indrajaya, Bromo Jazz Camp, Indra Lesmana LLW feat. Eva Celia & Teza Sumendra, Isyana Sarasvati, Kevin Yosua Big 6 feat. Nesia Ardi, Littlefingers, Ring of Fire feat. Simone Prattico (Italia) & Sri Hanuraga, Plutato feat. Cait Lin (Taiwan), Simone Prattico Java Collective feat. Sri Hanuraga & Kevin Yosua, serta Watchdog (Prancis).
Baca juga: Bukan Sekadar Festival Musik, BRI Jazz Gunung Series 2026 Hadirkan Pengalaman Jazz di Atas Pegunungan
Senada dengan Sigit, penasihat (advisor) Jazz Gunung Indonesia, Andy F. Noya, juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh penonton yang dinilainya menjadi alasan utama Jazz Gunung Slamet terus bertahan dan menjadi bagian dari perayaan tahun ke-18 untuk rangkaian acara BRI Jazz Gunung Series 2026.
“Terima kasih, teruslah bersemangat, karena jazz gunung ini memang membutuhkan penonton-penonton yang fanatik. Terima kasih buat Banyumas, dan yang paling membanggakan kami tadi, kami ngobrol senang sekali melihat ada generasi muda penggemar jazz di Purwokerto, dan tadi saya perhatikan waktu ditanya adakah yang dari luar Banyumas? Ternyata banyak juga,” tutup Andi. (*)


