Poin Penting
- Portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank DBS Indonesia naik menjadi Rp15,6 triliun pada 2025.
- Nilainya setara 19,1 persen dari total penyaluran kredit perseroan.
- Laba bersih tumbuh 15,8 persen menjadi Rp1,72 triliun, ditopang kinerja bisnis yang solid.
Jakarta – Bank DBS Indonesia membukukan portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp15,6 triliun di sepanjang 2025, naik dari Rp14,1 triliun pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan Laporan Tahunan dan Keberlanjutan 2025, nominal tersebut setara dengan 19,1 persen dari total penyaluran pinjaman Bank DBS Indonesia.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong mengatakan, perseroan tak hanya mengejar profit pertumbuhan bisnis semata, melainkan berupaya menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Kami menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola (ESG) yang terintegrasi dalam setiap keputusan bisnis,” ujar Lim, dalam keterangannya, Senin, 8 Juni 2026.
Baca juga: Konglomerasi DBS-DBSVI Terbitkan Obligasi Ritel PT SMI Senilai Rp150 Miliar
Menurutnya, upaya yang dilakukan Bank DBS Indonesia sejalan dengan POJK No. 51/POJK.03/2017 serta memperkuat arah keuangan berkelanjutan yang dalam implementasinya diwujudkan melalui tiga pilar utama, yaitu Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, dan Dampak Melampaui Perbankan.
Pendekatan ini juga tercermin dalam pengembangan produk dan layanan berbasis keberlanjutan, termasuk Spark Savings (sebelumnya Green Savings), reksa dana tematik ESG, serta obligasi hijau, yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Ditopang Kinerja Keuangan Solid
Lanjutnya, lonjakan pembiayaan berkelanjutan berjalan sendiri sejalan dengan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025. Bank DBS Indonesia membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp6,13 triliun, naik 2,5 persen dibandingkan Rp5,98 triliun pada 2024.
Baca juga: Obligasi Global PT SMI Senilai USD300 Juta Oversubscription 7,3 Kali
Sementara itu, laba bersih tumbuh 15,8 persen menjadi Rp1,72 triliun dari Rp1,49 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pendapatan operasional yang lebih kuat dan momentum bisnis yang tetap terjaga di tengah tantangan industri perbankan.
Dari sisi permodalan, posisi Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) tetap kokoh sebesar 22,22%, jauh di atas ketentuan regulator.
Kondisi permodalan ini memastikan kemampuan Bank untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.
Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan
Secara kumulatif, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan lebih dari Rp3,8 triliun kepada individu berpenghasilan rendah melalui mitra ekosistem pembiayaan terpercaya, serta memberdayakan UMKM melalui pinjaman modal kerja beredar sebesar Rp70 miliar.
Komitmen ini juga tecermin dalam Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang mencapai 6,97 persen, melampaui tolok ukur internal yang ditetapkan Bank DBS Indonesia.
Baca juga: Perluas Akses Pembiayaan, RupiahCepat dan Bank DBS Indonesia Perkuat Kerja Sama Channeling
Di sisi lain, dampak sosial perusahaan terus diperluas melalui berbagai inisiatif yang menjangkau lebih dari 141.000 individu rentan di Indonesia.
Sejak 2024, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan lebih dari SGD18,2 juta untuk mendukung bisnis berdampak dan organisasi nirlaba yang berfokus pada kebutuhan dasar serta inklusi keuangan. (*)
Editor: Yulian Saputra


