Poin Penting
- Daya saing Indonesia turun delapan peringkat ke posisi 48 dunia dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026.
- Indonesia tertinggal dari Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand dalam pemeringkatan daya saing di Asia Tenggara.
- Infrastruktur, efisiensi bisnis, kualitas SDM, dan keterbatasan pendanaan menjadi tantangan utama yang menekan posisi Indonesia.
Jakarta – Daya saing Indonesia kembali melemah dalam pemeringkatan global. Berdasarkan International Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Ranking (WCR) 2026, Indonesia turun delapan peringkat ke posisi ke-48 dari 70 negara yang dinilai, setelah pada 2025 berada di peringkat ke-40.
Penurunan tersebut membuat Indonesia semakin tertinggal dibandingkan sejumlah negara di Asia Tenggara. Dalam daftar terbaru, Indonesia hanya menempati posisi kelima di kawasan, berada di bawah Singapura yang menduduki peringkat pertama dunia, Malaysia di posisi ke-15, Vietnam di peringkat ke-27, dan Thailand di urutan ke-30.
Kondisi ini menjadi sorotan mengingat Indonesia sempat mencatat lonjakan kinerja pada 2024 dengan menembus peringkat ke-27 dunia. Namun dalam dua tahun terakhir, posisi tersebut terus melemah hingga mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir.
Baca juga: MSCI Ingatkan RI Bisa Turun ke Frontier Market, Begini Tanggapan Airlangga
Indonesia di Posisi ke-14 dari 15 negara Asia Pasifik
Laporan IMD menunjukkan bahwa daya saing Indonesia masih ditopang oleh kinerja ekonomi yang relatif kuat. Pada kategori economic performance, Indonesia menempati peringkat ke-24 dunia dengan skor 59,9.
Namun, keunggulan tersebut belum cukup untuk mengangkat posisi keseluruhan karena tertahan oleh lemahnya efisiensi bisnis, efisiensi pemerintah, dan kualitas infrastruktur.
Untuk efisiensi pemerintah, Indonesia berada di peringkat ke-38 dengan skor 55,1. Sementara itu, efisiensi bisnis berada di posisi ke-50 dengan skor 40,9. Adapun sektor infrastruktur menjadi titik terlemah dengan peringkat ke-58 dan skor 31,9.
Selain itu, secara regional Indonesia menempati posisi ke-14 dari 15 negara di kawasan Asia Pasifik. Sementara berdasarkan kelompok negara berpenduduk di atas 20 juta jiwa, Indonesia berada di peringkat ke-21 dari 32 negara.
IMD Soroti Tantangan Ekonomi Global dan Kualitas SDM
Dalam laporan World Competitiveness Booklet 2026, IMD mengidentifikasi sejumlah tantangan utama yang dihadapi Indonesia sepanjang tahun ini.
“Konfrontasi ekonomi global mengancam keamanan energi nasional; pertumbuhan ekonomi yang cukup stagnan; penyesuaian alokasi anggaran pemerintah; infrastruktur dan kompetensi sumber daya manusia yang tidak memadai; ketersediaan sumber pendanaan yang terbatas,” tulis IMD dalam laporannya.
Berbagai faktor tersebut dinilai menjadi hambatan yang memengaruhi kemampuan Indonesia dalam menciptakan iklim usaha yang kompetitif, menarik investasi, dan meningkatkan produktivitas ekonomi.
Tantangan lain yang menjadi perhatian adalah keterbatasan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia yang dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kondisi tersebut turut menekan performa daya saing Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Baca juga: Ambyar! MSCI Turunkan Information Flow RI ke Negatif jelang Keputusan Status Pasar Modal RI
Institusi yang Kuat jadi Penentu Daya Saing
Direktur World Competitiveness Center IMD, Arturo Bris, menegaskan bahwa daya saing suatu negara kini tidak lagi hanya ditentukan oleh ukuran ekonomi maupun biaya produksi.
“Kondisi geopolitik terus memburuk, sementara fragmentasi global semakin meningkat. Dalam konteks tersebut, negara-negara yang memiliki institusi yang telah teruji dan kredibel akan berada pada posisi yang lebih unggul,” jelas Bris.
Menurut IMD, kekuatan institusi menjadi faktor krusial untuk menjaga ketahanan ekonomi dan mempertahankan daya saing di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan fragmentasi perdagangan internasional.
Dalam lima tahun terakhir, peringkat daya saing Indonesia bergerak fluktuatif, dari posisi 44 pada 2022, naik ke 34 pada 2023, melonjak ke 27 pada 2024, lalu turun ke 40 pada 2025 dan kembali merosot ke posisi 48 pada 2026.
Penurunan tersebut menjadi sinyal perlunya perbaikan fundamental, terutama pada aspek institusi, efisiensi, infrastruktur, dan kualitas sumber daya manusia agar daya saing Indonesia kembali meningkat dan tidak semakin tertinggal dari negara-negara tetangga. (*)
Editor: Yulian Saputra


