Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan keynote speech pada acara Sharing Session dengan tema "Mewujudkan BPR yang Tangguh melalui Sinergi dan Tata Kelola", di Merlynn Park Hotel, Jakarta, Jumat, 20 Juni 2025. (Foto: Muhammad Zullfikar)
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada sebanyak 1.518 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) yang beroperasi di Tanah Air hingga Mei 2025.
“Hingga Mei 2025, ini data terbaru BPR, jumlah industri BPR dan BPRS itu masing-masing 1.345 BPR dan 173 BPRS,” kata Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK dalam Top 100 BPR Awards 2025 yang diselenggarakan The Finance yang merupakan bagian dari Infobank Media Group di Jakarta, Jumat, 20 Juni 2025.
Baca juga: OJK Ungkap 261 BPR/BPRS Telah Ajukan Izin Konsolidasi
Dari jumlah itu, lanjut Dian, sebanyak 85 persen BPR yang telah memenuhi modal inti minimum (MIM) sebesar Rp6 miliar. Sedangkan, sisanya sedang dalam proses konsolidasi. Aturan modal ini diatur dalam POJK Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Pemenuhan MIM BPR.
“Dari jumlah tersebut sebanyak 85 persen BPR telah memenuhi modal inti minimum dan sisanya ini masih dalam proses konsolidasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dian mengungkapkan, hingga saat ini atau pertengahan Juni 2025, terdapat 261 BPR/BPRS yang telah mengajukan izin untuk berkonsolidasi.
“Hingga Juni 2025 ini, telah terdapat 261 BPR/BPRS yang mengajukan izin untuk berkonsolidasi,” ujar Dian.
Baca juga: Bos Infobank Ungkap Tantangan dan Peluang BPR di Tengah Ketidakpastian Global
Dari 261 BPR dan BPRS yang telah mengajukan konsolidasi, kata Dian, sebanyak 109 bank sudah menyelesaikan proses tersebut. Kemudian, 7 bank yang masih dalam proses konsoldasi di OJK. Sedangkan 34 bank sedang dalam tahap di Kementerian Hukum.
“Dari total yang mengajukan izin konsolidasi, jumlah bank jadi menyusut sebanyak 91 BPR/BPRS,” jelas Dian. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More