Poin Penting
- OJK menyetujui perubahan nama Bank Maspion menjadi KBank Indonesia sebagai bagian dari transformasi perseroan
- KBank Indonesia memperkuat fokus menjadi penghubung bisnis Indonesia dengan jaringan regional ASEAN
- Per Mei 2026, aset KBank Indonesia mencapai Rp24,79 triliun, menopang ekspansi bisnis bank.
Jakarta – PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (KBank Indonesia) resmi mengantongi persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas perubahan identitas perseroan dari sebelumnya PT Bank Maspion Indonesia Tbk.
Persetujuan ini diserahkan secara simbolis oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, kepada jajaran manajemen KBank Indonesia pada Selasa (4/8).
Perubahan nama ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi bank setelah bergabung dengan Kasikornbank PCL (KBank), salah satu grup perbankan terbesar di Thailand.
Momen ini juga disaksikan oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, yang turut menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian tersebut.
Baca juga: Bank Maspion Balikkan Rugi Jadi Laba Rp31,8 Miliar di 2025
KBank Indonesia yang dipimpin Kasemsri Charoensiddhi sebagai direktur utama, dibangun di atas visi Kasikornbank PCL yang telah memiliki pengalaman lebih dari 80 tahun di industri perbankan.
Sejalan dengan misi menjadi “A Regional Bank of Choice”, KBank terus memperluas jaringan bisnisnya di kawasan ASEAN+3 dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan bisnis regional.
Melalui identitas baru ini, KBank Indonesia ingin memperkuat posisinya sebagai bank yang menghubungkan kebutuhan bisnis di Indonesia dengan jaringan regional KBank.
Langkah itu diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha yang memiliki aktivitas bisnis lintas negara, khususnya di kawasan ASEAN.
Saat ini, KBank Indonesia beroperasi sebagai bank umum dengan jaringan kantor cabang di berbagai wilayah Indonesia. Bank ini menyediakan layanan keuangan yang menyasar segmen korporasi, usaha kecil dan menengah, hingga nasabah ritel dengan dukungan jaringan regional yang dimiliki KBank.
Manajemen menyatakan kombinasi pemahaman terhadap pasar Indonesia dengan kekuatan jaringan KBank di kawasan AEC+3 akan menjadi modal penting dalam menghadirkan solusi keuangan yang lebih komprehensif.
Baca juga: KBank Resmi Kuasai 89,48 Persen Saham Bank Maspion, Perkuat Posisi Regional
KBank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung konektivitas regional, membuka peluang bisnis baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia dan ASEAN melalui layanan yang lebih unggul.
Dari sisi kinerja, KBank Indonesia juga terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Mei 2026, total aset bank ini telah mencapai Rp24,79 triliun, menjadi salah satu fondasi bagi bank dalam memperkuat ekspansi bisnis dan meningkatkan layanan kepada nasabah di tengah transformasi yang sedang dijalankan. (*) Ari Nugroho


