Poin Penting
- SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 diikuti lebih dari 6.000 pelaku UMKM perempuan
- Program ini telah menjangkau 16.000 perempuan dengan kenaikan penjualan hingga 113 persen
- Kurikulum diperkuat AI dan literasi keuangan, serta menjangkau wilayah baru.
Jakarta – Dompet digital DANA Indonesia bersama Ant International kembali menggelar program pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM perempuan serta perempuan penyandang disabilitas melalui program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026.
Program yang telah berjalan sejak 2023 tersebut telah menjangkau lebih dari 16.000 perempuan di seluruh 34 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 800 peserta memperoleh akses mentoring, sementara 100 UMKM perempuan berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi bisnis.
Tak hanya itu, peserta program juga mencatatkan peningkatan kinerja usaha. Berdasarkan evaluasi penyelenggara, pelaku UMKM yang mengikuti SisBerdaya dan DisBerdaya mengalami kenaikan penjualan hingga 113 persen dalam enam bulan setelah mengikuti program.
Baca juga: Kredit UMKM Mei 2026 Tumbuh Tipis, Masih Didominasi Segmen Mikro
Pada penyelenggaraan 2026, program ini diikuti lebih dari 6.000 peserta dengan 35 finalis. Dari jumlah tersebut, telah ditetapkan tujuh pemenang utama yang berhak memperoleh total hadiah senilai ratusan juta rupiah sebagai modal pengembangan usaha.
Untuk kategori SisBerdaya, pemenang dibagi ke dalam kategori usaha mikro dan ultra mikro yang terbagi dalam tiga wilayah, yakni Area I (Indonesia Barat dan Kalimantan), Area II (Indonesia Tengah dan Timur), serta Area III (Jabodetabek). Sementara itu, kategori DisBerdaya menetapkan satu pemenang utama.
“Harapan kami segala rangkaian yang sudah dijalankan selama dua bulan lebih ini, bisa bermanfaat bagi para pelaku bisnis wanita. Ilmunya bisa bermanfaat, bantuan modal usaha yang didapat juga bisa bermanfaat untuk memajukan bisnis masing-masing,” ujar Olavina Harahap, Director of Communications DANA Indonesia, dalam konferensi pers Penganugerahan SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 di Jakarta, Selasa (30/6).
Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, Olavina berharap para pemenang maupun peserta program dapat menjadi inspirasi bagi perempuan lain di daerah masing-masing untuk menciptakan dampak positif melalui kewirausahaan.
Selain memperluas jangkauan program, DANA Indonesia dan Ant International juga melakukan penyempurnaan kurikulum pembelajaran. Pada tahun ini, materi digital marketing dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk pengembangan bisnis UMKM diperkuat guna menjawab kebutuhan pelaku usaha di era digital.
Di sisi lain, penyelenggara turut menambahkan materi literasi keuangan. Langkah ini diambil karena masih banyak pelaku UMKM perempuan yang belum memisahkan pengelolaan keuangan pribadi dan keuangan usaha.
“Jadi, kita panggil para ahli untuk mengajarkan bagaimana caranya mengelola keuangan untuk UMKM agar bisnisnya lebih sehat ke depannya,” ucap Olavina.
Olavina juga mengungkapkan bahwa jumlah peserta SisBerdaya dan DisBerdaya tahun ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, cakupan wilayah pemberdayaan juga semakin luas dengan hadirnya peserta dari Maluku, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Tengah, yang sebelumnya belum berpartisipasi dalam program tersebut.
Baca juga: OJK Optimistis Pembiayaan UMKM Lewat Pindar Masih Cerah, Ini Pendorongnya
“Itu adalah area-area baru yang tahun-tahun sebelumnya belum ada yang ikut, tahun ini sudah ada yang ikut (dari area-area tersebut),” sambung Olavina.
Program SisBerdaya dan DisBerdaya memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM perempuan melalui empat tahapan utama, yakni mentoring, business matching, networking, dan competition.
Adapun materi pembelajarannya mencakup AI Day untuk UMKM, kesejahteraan keuangan, kepemimpinan dan networking, soft skills bisnis, hingga regulasi dan kepatuhan.
Program ini didukung oleh para mentor dari berbagai perusahaan besar, seperti Alfa Group, Amazon, Google Habbie Innovation Incubator, Kenangan Brands, Microsoft, Metrodata, dan Wings Group. (*) Steven Widjaja


